Marthen Isak Tiwery, menepis berbagai spekulasi yang mengaitkan Bupati Maluku Barat Daya dengan dinamika dan proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV.
KomenNews.id // Tiakur, MBD – Menurut Marthen, kehadiran Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach, pada pembukaan Musda IV tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai bentuk dukungan kepada salah satu calon. Pemberitaan mengenai pembukaan Musda IV pada 17 September 2026 mencatat bahwa Bupati bersama Wakil Bupati hadir, dan dalam sambutannya Bupati justru menyerukan kebersamaan serta meminta agar siapa pun yang terpilih nantinya dapat diterima bersama.
“Tidak ada manuver Bupati MBD dalam Musda IV Partai Golkar MBD. Kehadiran Bapa Bupati adalah dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Daerah yang hadir memberikan sambutan pada pembukaan Musda. Jangan kemudian kehadiran tersebut dibangun menjadi opini seolah-olah Bupati mendukung atau mengarahkan kemenangan kepada salah satu calon,” tegas Marthen kepada media ini, Senin (21/9/2026).
Marthen menjelaskan bahwa, menurut catatannya, kehadiran Bupati dalam forum Musda Golkar bukanlah hal yang baru. Ia menyebut bahwa pada Musda III Partai Golkar MBD tahun 2020, yang memang dilaksanakan di Tiakur pada September 2020, Bupati juga hadir memberikan sambutan. Pelaksanaan Musda III pada 12 September 2020 tercatat dalam pemberitaan pada saat itu.
Karena itu, Marthen meminta seluruh pihak untuk memisahkan secara tegas antara kehadiran seorang kepala daerah pada acara pembukaan dengan proses internal Partai Golkar dalam menentukan kepemimpinan organisasi.
“Musda adalah urusan internal Partai Golkar. Ada aturan, tata tertib, peserta, pemilik suara, dan mekanisme organisasi yang mengaturnya. Jangan setiap dinamika yang terjadi di dalam Musda kemudian dikaitkan dengan Bupati,” ujarnya.
Marthen juga menilai bahwa informasi yang menggambarkan seolah-olah Bupati MBD terlibat dalam mengarahkan pilihan kepada kandidat tertentu perlu diluruskan apabila tidak disertai bukti.
“Kalau ada yang mengatakan Bupati mendukung calon tertentu, harus ditunjukkan fakta dan buktinya. Jangan membangun kesimpulan hanya karena Bupati hadir dan memberikan sambutan. Informasi yang mengaitkan kehadiran Bupati dengan dukungan kepada salah satu calon dapat menyesatkan masyarakat apabila tidak didukung fakta,” katanya.
Ia mengingatkan seluruh kader dan peserta Musda agar menjaga suasana tetap kondusif serta menyelesaikan setiap perbedaan melalui mekanisme organisasi Partai Golkar.
“Biarkan Musda IV berjalan sesuai aturan Partai Golkar. Jangan menyeret Bupati ke dalam kompetisi internal. Siapa pun yang memenuhi persyaratan dan memperoleh dukungan sesuai mekanisme Musda, itulah yang harus dihormati,” tutup Marthen .














