Soroti Rangkap Jabatan dan Krisis Energi, Gerindra dan CELIOS Desak Evaluasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

banner 468x60
Sorotan tajam kini tertuju pada kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Isu rangkap jabatan serta berbagai permasalahan energi di daerah memicu desakan dari politisi hingga pengamat ekonomi agar kinerja sang menteri segera dievaluasi, bahkan di-reshuffle.
KomenNews.id //Jakarta – Selain menjabat sebagai Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia juga mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Rangkap posisi ini dikhawatirkan memecah fokus kerja pemerintah dalam menuntaskan krisis energi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad, menyoroti penanganan masalah energi dasar di berbagai daerah yang dinilai belum optimal.
“Masa dibiarkan listrik misalnya padam, menyala bergilir di berbagai daerah. Masa dibiarkan antrean BBM terjadi di beberapa daerah,” ujar Kamrussamad. “Berarti kementerian yang bertanggung jawab terhadap keperluan hajat hidup orang banyak harus dievaluasi. Siapa menterinya?” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mendukung penuh langkah evaluasi tegas terhadap jajaran menteri yang dianggap tidak kompeten.
“Tadi saya sangat senang sekali Bang Kamrussamad menyampaikan bahwa menteri yang memang dia tidak kompeten itu harus dievaluasi. Bahkan harus di-reshuffle,” kata Nailul Huda. “Makanya kita melihat ada banyak sekali menteri yang tidak bisa menerjemahkan. Misalkan saja kalau kita lihat dari Bahlil Lahadalia,” tambahnya.
Desakan perombakan kabinet (reshuffle) kini semakin menguat terhadap para menteri yang dinilai kurang mampu menerjemahkan visi Presiden Republik Indonesia menjadi langkah nyata di lapangan. Isu ini menjadi alarm penting bagi pemerintah untuk segera membenahi tata kelola sektor energi demi kepentingan masyarakat luas.
Pantauan media ini, selain itu, Black Out di Batam beberapa hari lalu. Warga yang lakukan cuitan di sosial media malah di surati pihak tertentu .
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *