Wakil Sekjen Pemuda Katolik Timur (PEKAT), Rikard Djegaut menilai aksi “Salib Merah PMKRI” yang belakangan mengemuka dalam demonstrasi peringantan Sumpah Pemdua 2028 merupakan bentuk aktualisasi serta simbolisasi dari kegelisahan mendalam Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi riil perekonomian dan tata kelola negara ini.
KomenNews.id // Jakarta – Aksi tersebut dipandang sebagai respons konkret terhadap seruan mendesak dalam buku Paradoks Indonesia tulisan Presiden Prabowo untuk menghentikan pengikisan sumber daya negara Indonesia yang telah berlangsung secara sistemik.
“Darah kita sudah diambil puluhan tahun. Tubuh bangsa Indonesia ini sudah selayaknya masuk IGD. ‘Bocornya’ uang yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun bangsa Indonesia… harus segera kita hentikan,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam bukunya.
Ia juga menjelaskan bahwa aksi Salib Merah ini pada hakikatnya bisa juga diartikan sebagai simbol Palang Merah.
Menurutnya, terdapat keterkaitan erat antara metafora kesehatan dan misi utama yang diusung Prabowo dalam simbol Palang Merah.
“Aksi Salib Merah ini sebenarnya bisa juga secara visual simbol Palang Merah. Ketika kebocoran anggaran diibaratkan sebagai pendarahan hebat yang menguras darah bangsa, maka tubuh Indonesia memang sudah berada dalam kondisi gawat darurat dan butuh pertolongan medis segera di IGD,” ujar Rikard, Sabtu (31/10/2026).
Ia menambahkan bahwa simbol salib sama sisi pada Palang Merah mengandung filosofi pertolongan universal tanpa memandang perbedaan, sekaligus panggilan moral untuk melakukan tindakan pemulihan yang nyata.
“Secara filosofis, empat lengan simetris pada simbol tersebut melambangkan keseimbangan, perlindungan, dan kesetaraan dalam menyelamatkan kehidupan. Gerakan menghentikan kebocoran uang negara ini bukan sekadar agenda politik, melainkan imperatif moral untuk merehabilitasi dan menyelamatkan kelangsungan hidup bangsa,” jelas Rikard.
Namun, aktivis Pemuda Katolik tersebut juga menyangkan sikap Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai yang mengecam aksi unjuk rasa mahasiswa yang menampilkan simbol Salib Merah.
“Kecaman Menteri HAM ini sangat bertentangan dengan pikiran Prabowo, padahal beliau pembantu Presiden,” tutup Rikar.
“Demi Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria sebagai senior saya yakin kalian ( siapapun yunior-yunior dimana saja) tidak akan jadi apa-apa di negeri ini karena Salib yang dipikul untuk itu seperti sedang menentang program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, Kampung Nelayan dan Rumah Rakyat yang merupakan perintah gereja option for the poor. Membela dan memihak pada orang miskin dan kaum papa,” tulis Pigai dalam akun Instagramnya.


















