Posisi strategis Tanah Papua sebagai simpul utama ekonomi biru (blue economy) dan konektivitas maritim di kawasan Indo-Pasifik menjadi sorotan utama dalam konferensi maritim tingkat dunia, “One Ocean Week Seattle Summit 2026”.
KomenNews.id // Seattle, USA – Informasi yang diterima media ini, Jumat (23/10/2026), disebutkan, acara yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 di Bell Harbor International Conference Center, Seattle, Washington ini diselenggarakan oleh Maritime Blue. Forum global tersebut mempertemukan para inovator, investor, pembuat kebijakan, akademisi, serta pemimpin komunitas dari berbagai penjuru dunia untuk merumuskan masa depan ekonomi kelautan yang berkelanjutan dan inklusif.
Hadir mewakili pemikiran strategis Indonesia, Laus D.C. Rumayom, Founder sekaligus Ketua Umum Analisis Papua Strategis (APS) Center for Development and Global Studies, memaparkan pandangannya mengenai peran vital perairan Indonesia Timur dalam peta geopolitik global.
Akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih yang juga mantan Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden RI (2019–2024) tersebut menekankan pentingnya menempatkan Papua bukan hanya sebagai wilayah domestik, melainkan sebagai gerbang utama penghubung Indonesia dengan negara-negara Pasifik Selatan.
“Geopolitik maritim Indonesia menempatkan Tanah Papua sebagai simpul strategis konektivitas perdagangan global sekaligus titik pertemuan kepentingan kekuatan-kekuatan besar di Indo-Pasifik,” ujar Laus D.C. Rumayom di hadapan para delegasi internasional.
4 Pilar Utama Geopolitik Maritim Papua di Panggung Global
Dalam paparannya di KTT One Ocean Week Seattle, Laus merumuskan empat poin kunci terkait arsitektur maritim di wilayah timur Indonesia:
1. Pintu Gerbang Pasifik dan Poros Maritim
Kota-kota kunci seperti Sorong, Jayapura, dan Merauke diproyeksikan sebagai pusat logistik, energi, serta jalur penghubung perdagangan masa depan antara Indonesia, Pasifik Selatan, dan Australia.
2. Dinamika Persaingan Kekuatan Global
Wilayah sekitar Papua beririsan langsung dengan dinamika persaingan strategis antara Amerika Serikat, Tiongkok, serta aliansi keamanan regional seperti AUKUS (Australia-UK-US) yang kini meningkatkan kehadiran militer dan kerja sama pertahanan di Pasifik Selatan.
3. Keamanan Laut dan Kerentanan Wilayah
Perairan timur Indonesia menghadapi tantangan penegakan kedaulatan, ancaman illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing, serta penyelundupan lintas batas yang membutuhkan pendekatan keamanan dan teknologi maritim modern.
4. Penguatan Infrastruktur & Integrasi Ekonomi
Pemerintah Indonesia terus mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan dan sarana penunjang maritim guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional sekaligus mengintegrasikan wilayah timur ke dalam rantai pasok global.
Mendorong Kolaborasi Ekonomi Biru Inklusif
One Ocean Week Seattle tidak hanya memfasilitasi dialog kebijakan tingkat tinggi, tetapi juga memadukan program kebudayaan, inovasi praktis, dan pelibatan generasi muda. Kehadiran Analisis Papua Strategis dalam forum ini menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam diplomasi maritim dunia demi terwujudnya tata kelola kelautan yang ramah lingkungan, aman, dan berdaya saing tinggi.














