Suasana penyerahan sarana budi daya rumput laut dan alat penangkapan ikan di Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (26/10/2028), di Langgur, diwarnai momen yang sarat kehangatan dan kepedulian nyata. Di tengah khidmatnya acara resmi pemerintahan, sebuah peristiwa humanis mencuri perhatian publik dan menggambarkan kedekatan pemimpin dengan warganya.
KomenNews.id // Langgur, Maluku Tenggara – Seorang warga paruh baya disabilitas yang berjalan menggunakan alat bantu tongkat tampak maju menghampiri Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun. Dengan penuh ketulusan, ia menyampaikan aspirasi sederhana namun sangat berarti bagi kelangsungan hidup keluarganya: sebuah permohonan bantuan untuk mengembangkan usaha pengolahan sagu, komoditas pangan lokal yang menjadi salah satu urat nadi ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Mendengar permohonan itu, Bupati Maluku Tenggara tidak lantas memberikan janji birokratis yang panjang. Sang Bupati langsung merespons dengan dialog cepat yang penuh empati. Saat ditanya apa kebutuhan mendesak untuk usahanya, warga tersebut dengan lugas meminta sebuah mesin senso (mesin pemotong/pengolahan).
Tanpa menunggu prosedur administrasi yang rumit, respons spontan dan luar biasa pun terjadi. Bupati Maluku Tenggara secara langsung merogoh kocek pribadi untuk membelikan mesin senso yang diminta saat itu juga. Tak berselang lama, mesin tersebut langsung dihadirkan dan diserahkan di lokasi acara kepada sang pengrajin sagu.
Komitmen Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan
Momen inspiratif ini sejalan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara yang digaungkan dalam acara utama. Penyerahan bantuan sarana perikanan, seperti budi daya rumput laut dan alat tangkap ikan, ditegaskan bukan sekadar seremonial administratif, melainkan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan riil masyarakat.
Langkah spontan Bupati memberikan mesin senso dengan dana pribadi kepada pengrajin sagu mempertegas bahwa keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor tradhisional adalah prioritas utama. Harapannya, sentuhan langsung seperti ini mampu memicu semangat kemandirian warga, memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis sagu, serta memberikan multiplier effect bagi perekonomian keluarga di Kabupaten Maluku Tenggara.













