komen News Garut // – Program KDMP yang digelar di Jakarta menjadi awal perkenalan antara C dengan seorang pria berinisial R. Pertemuan yang terjadi di sebuah cafe di Jakarta itu berujung pada dugaan penipuan bermodus kerjasama proyek.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, R tampil sangat meyakinkan. Ia memperkenalkan diri sebagai kontraktor besar dengan banyak proyek. Kedekatan emosional pun terbangun karena R dan C masih berada dalam satu kabupaten, meski beda kecamatan.
R diketahui berdomisili di sebuah perumahan cluster di kawasan Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
Dari latar belakang itulah, C menaruh kepercayaan penuh bahwa R mampu diajak bekerja sama dalam proyek KDMP.
Modus Pinjam Uang Dalih Proyek
Kepercayaan itu yang kemudian diduga dimanfaatkan. Kepada C, R disebut beberapa kali meminjam uang dengan alasan untuk keperluan pembiayaan proyek.
Nilainya pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga mencapai jutaan rupiah. Uang tersebut diberikan secara bertahap dengan harapan akan menjadi modal awal kerjasama proyek yang dijanjikan.
Namun seiring berjalannya waktu, proyek yang dijanjikan tak kunjung ada realisasinya.
Dugaan Untuk Biaya Istri Simpanan di Bandung
Hasil penelusuran C mengungkap fakta lain. Uang yang dipinjam dengan dalih proyek itu, diduga kuat bukan digunakan untuk proyek, melainkan untuk membiayai kehidupan pribadi R, yakni untuk seorang wanita yang diduga merupakan istri simpanannya yang tinggal di kawasan Pasteur, Kota Bandung.
Merasa dirugikan, C kemudian mencoba mendatangi kediaman R di Perum Cluster Sariwates, Desa Godog, Karangpawitan. Kedatangan tersebut bermaksud untuk meminta pertanggungjawaban serta menyampaikan persoalan ini kepada pihak keluarga R.
Bukti Transfer dan Dokumentasi Diamankan
C mengaku masih menyimpan sejumlah bukti berupa bukti transfer dan dokumentasi foto yang diduga berkaitan dengan keberadaan R bersama seorang wanita di beberapa hotel di Jakarta dan Bali. Bukti tersebut disebut siap dijadikan alat bukti jika diperlukan dalam proses hukum lebih lanjut.
Hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi kepada pihak R masih terus dilakukan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok investasi dan kerjasama proyek, terutama yang berawal dari perkenalan informal
Tim investigasi masih mendalami kasus ini dan membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait.**Redaksi















