Helaran GPBG Diharapkan Jadi Katalis Perputaran Ekonomi Lokal di Kabupaten Garut

banner 468x60

Perhelatan acara Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) Tahun 2026 berlangsung meriah dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga Garut. Pembukaan GPBG diawali dengan pelaksanaan Helaran Karnaval yang dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (25/4/2026).

Helaran Karnaval tahun ini menyuguhkan atraksi menarik berupa fragmen sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Limbangan ke Garut Kota. Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh iring-iringan karnaval dari berbagai peserta, mulai dari komunitas budaya dan seni, SKPD di lingkungan Pemkab Garut, perwakilan kecamatan, hingga delegasi dari 5 kabupaten/kota dan 5 provinsi di Indonesia.

banner 336x280

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian GPBG yang kini berhasil masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN). Menurutnya, dari 400 lebih kabupaten/kota di Indonesia, Garut menjadi salah satu yang dilirik secara nasional. Ia mengapresiasi perjuangan seluruh pihak mengingat GPBG telah berkiprah selama 24 tahun atau hampir seperempat abad.

“Berkat perjuangan dari teman-teman GPBG ini betul sudah 24 tahun hampir seperempat abad GPBG berkiprah dan saya sangat senang semoga tahun depan bisa lebih besar lagi ya, ini kami berjuang luar biasa supaya GPBG hari ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” ucapnya.

Putri menjelaskan bahwa dirinya terlibat langsung dalam mengawal persiapan event ini, termasuk berkoordinasi dengan pihak Kementerian. Ia pun berharap acara ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pedagang kecil.

Ia mengilustrasikan jika ada 10 ribu pengunjung yang berbelanja minimal 10 ribu rupiah, maka terdapat perputaran uang jutaan rupiah di tingkat pedagang kaki lima dan gerobakan. Baginya, momen ini harus dirayakan bersama sebagai ajang apresiasi bagi pelaku seni di Kabupaten Garut agar dapat terus mengasah kemampuan dan meniti karier ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jadi ini harus kita rayakan bersama dan ini harus menjadi ajang apresiasi untuk para pelaku seni di Kabupaten Garut yang luar biasa hebat-hebat semoga bisa menjadi sebuah batu loncatan bagi teman-teman seni untuk terus mengasah kemampuan dan meniti karirnya lebih tinggi lagi,” tuturnya.

Senada dengan Wakil Bupati, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa kesuksesan hari ini merupakan hasil kerja sama kolektif. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta seluruh panitia yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati.

Bupati Garut menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Garut yang seharusnya jatuh pada 16 Februari, namun digeser karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Tahun ini, GPBG mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang” yang bermakna Garut bersinar, tumbuh kokoh, serta memiliki budaya yang luhur dan membanggakan. Hal ini tercermin dari penampilan seni khas seperti Raja Dogar dan Surak Ibra yang disuguhkan kepada masyarakat.

“Apa artinya? Garut bersinar, Garut tumbuh kokoh, Garut memilki budaya yang luhur dan membanggakan. Tadi kita lihat ada dogar, ada surak Ibra, semua adalah budaya Garut yang kita tampilkan ke depan masyarakat” ungkapnya.

Syakur mengapresiasi semangat para pengisi acara, pelaku budaya, perangkat daerah, hingga pihak penyelenggara (EO) yang telah menyukseskan acara dalam suasana yang aman dan lancar.

Di sisi lain, Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Nova Arisne, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan di Garut.

Ia mengonfirmasi bahwa pada tahun 2026 ini, Gebyar Pesona Budaya Garut resmi masuk dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Bahkan, Kabupaten Garut patut berbangga karena memiliki dua event unggulan yang berhasil masuk dalam daftar nasional tersebut.

“Kabupaten Garut patut berbangga karena untuk tahun 2026 ini ada dua event unggulan di Kabupaten Garut yang masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026. Tentunya dengan terpilihnya dua event unggulan ini, membuktikan bahwa Garut memiliki potensi yang luar biasa baik dari sisi budaya, kreatifitas dan juga kearifan lokal masyarakatnya,” ucap Nova.

Nova menjelaskan bahwa KEN merupakan program unggulan Kemenparekraf untuk mempromosikan event daerah yang berkualitas dan berdaya saing guna meningkatkan jumlah wisatawan.

Selain menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja, event ini diharapkan menjadi upaya nyata dalam merawat serta mewariskan nilai budaya kepada generasi mendatang. Pihak kementerian berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan event daerah agar mampu berkembang menjadi festival budaya berkelas dunia.

“Kami berharap Gebyar Pesona Budaya Garut dapat terus ditingkatkan kualitasnya melalui penguatan kurasi program, peningkatan tata kelola event, serta pengukuran dampak yang lebih terstruktur,” tutur Nova.

Setelah kemeriahan Helaran Karnaval di siang hari, rangkaian acara dilanjutkan pada malam hari dengan menampilkan beragam kreativitas seni. Penonton disuguhi penampilan Surak Ibra, Raja Dogar, Tari Dangiang Garut, hingga tarian kolosal. Selain itu, terdapat Fashion Show Kulit dari Dekranasda Kabupaten Garut yang disponsori oleh Astiga dan Viera, penampilan musik dari Pleasure Noise dan Egarobot Ethnic Percussion, serta ditutup dengan pertunjukan Wayang Goreng Bobodoran oleh Dalang Eep Garut.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *