Hadiri Pelantikan Pengurus Golkar se-Maluku, Gubernur  : Perbedaan Afiliasi Politik Tak Boleh Jadi Sekat Membangun Daerah

banner 468x60

“Kita memang berasal dari rumah politik yang berbeda. Namun, perbedaan afiliasi politik tidak boleh menjadi sekat dalam membangun komunikasi, persaudaraan, dan kerja sama. Kedewasaan berpolitik justru terlihat dari kemampuan kita menghormati perbedaan, membuka ruang dialog, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok,” tegas Gubernur Maluku.

 

banner 336x280

 

KomenNews.id // Ambon – Pesan kuat mengenai kedewasaan berpolitik ini disampaikan Gubernur Maluku saat menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku beserta jajaran pengurus Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku periode 2025–2030 di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).

 

Hadir sebagai Kepala Daerah sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku, Gubernur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-kekuatan politik untuk menjawab tantangan pembangunan di Bumi Seribu Pulau Maluku.

 

Pesan Kebangsawan Politik dan Pengabdian Rakyat

 

Mengutip pemikiran Presiden Amerika Serikat ke-16, Abraham Lincoln, Gubernur mengingatkan kembali hakekat mendasar dari perjuangan partai politik.

 

 

“Partai politik yang matang tidak menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir, tetapi menjadikan kekuasaan sebagai instrumen untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.” Abraham Lincoln – 

 

Prinsip tersebut ditegaskan Gubernur sebagai koridor bersama. Meskipun partai politik beraneka ragam, seluruh elemen politik di Maluku mengemban tanggung jawab mendasar yang sama: mewujudkan Maluku yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

 

 

 

 

Momentum Pelantikan DPD Golkar Maluku

 

Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 10.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia (Menko Bidang Hilirisasi dan Transmigrasi merangkap Menteri ESDM RI), didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji (Menteri Perindustrian RI).

 

Pelantikan ini turut disaksikan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, pimpinan partai politik, serta tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan.

 

Kemitraan Strategis: Perjuangan RUU Daerah Kepulauan

 

Melalui semangat dialog dan keterbukaan antar-rumah politik, Gubernur secara khusus mempercayakan perjuangan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan, yang tengah dibahas di Pansus DPR-RI kepada DPP dan DPD Partai Golkar.

 

Gubernur berharap Partai Golkar dapat mengawal RUU ini secara total melalui jalur legislasi nasional. Menurutnya, RUU Daerah Kepulauan adalah instrumen krusial bagi keadilan pembangunan serta pengakuan terhadap karakteristik geografis daerah-daerah berbasis kepulauan di Indonesia.

 

 

 

 

Tiga Pilar Kedewasaan Berpolitik

 

Sebagai wujud konkret kedewasaan berpolitik, Gubernur menyampaikan tiga arahan penting bagi jajaran pengurus partai:

 

  • 1. Integritas dan Soliditas:  Membangun kaderisasi yang melahirkan pemimpin berwawasan luas serta berpihak pada rakyat.

 

  • 2. Kehadiran Nyata di Masyarakat:  Turun langsung menyerap aspirasi harian masyarakat kecil dan memberi solusi konkret.

 

  • 3. Maluku Sebagai Titik Temu:  Menjadikan perbedaan sebagai kekayaan dan menempatkan kemajuan Maluku di atas kepentingan perorangan atau kelompok.

 

Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku selalu terbuka menerima kritik, saran, dan gagasan konstruktif dari seluruh kekuatan politik demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *