Peringatan Hari Bumi di Gunung Padang: Seruan Tobat Ekologis Lintas Spiritualitas

Berita, Daerah8 Dilihat
banner 468x60

Suasana hening di Teras 5 Gunung Padang, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026), menjadi saksi ikhtiar spiritual lintas iman dalam memperingati Hari Bumi. Doa bersama ini diinisiasi oleh Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia sekaligus Bendahara PWI DKI Jaya, Dar Edi Yoga, dengan melibatkan bhiksu, insan pers, serta tokoh lintas komunitas.  

 

banner 336x280

KomenNews.Id||Cianjur – Dar Edi Yoga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan batin untuk mengembalikan kesadaran manusia terhadap bumi. “Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis,” ujarnya.

Dimensi Spiritual dalam Merawat Alam

Wakil Sekjen WALUBI, Romo Asun Gotama, menekankan bahwa kesadaran ekologis tidak bisa dilepaskan dari kesadaran batin. “Dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan. Ketika manusia hidup dengan welas asih dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga,” katanya.

Ketua Harian Artha Graha Peduli (AGP), Kent Dixon, menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab universal. “Dengan semangat gotong royong lintas iman, Hari Bumi menjadi momentum mempererat kerukunan, menjaga harmoni antara manusia, Sang Pencipta, dan Ibu Pertiwi,” ujarnya.

 

Gunung Padang sebagai Ruang Sunyi Peradaban

Gunung Padang dipilih sebagai lokasi karena dianggap sebagai ruang refleksi peradaban. Menurut Dar Edi Yoga, tempat ini mengingatkan manusia akan akar kesadaran tentang asal dan tujuan hidup.

Kegiatan doa lintas spiritualitas ini menjadi yang pertama digelar di Gunung Padang, dengan dukungan dari DPP WALUBI, Artha Graha Peduli, serta partisipasi PT QMB New Energy Materials. CEO PT QMB, Pan Hua, menegaskan komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. “Sebagai penyedia material baterai kendaraan listrik, kami tidak hanya menggerakkan industri, tetapi juga merawat bumi sebagai warisan bersama,” ujarnya.

Pesan Tobat Ekologis

Melalui momentum Hari Bumi, para tokoh lintas iman menyerukan agar masyarakat dan pemimpin bangsa kembali memahami posisi manusia sebagai bagian dari alam. Doa bersama ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak cukup hanya dengan kebijakan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesadaran spiritual yang mendalam.

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *