Ketua Umum LBH-KIS: Minta Presiden Prabowo Pasang Peta Indonesia Berukuran Besar Di setiap Sudut Kota  

Berita, Daerah70 Dilihat
banner 468x60

Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum – Kawasan Indonesia Sejahtera (LBH-KIS), Febrian Willy Atmaja, S.H., M.H., menyampaikan pandangan strategisnya terkait pentingnya membangun kebanggaan dan kesadaran nasional akan luasnya wilayah kedaulatan Indonesia. 

KomenNews.Id||Jakarta – Hal ini disampaikan menanggapi berbagai dinamika dan perdebatan di ruang publik maupun media sosial yang kerap menggambarkan posisi Indonesia seolah lemah dan kalah dibandingkan negara-negara Barat dalam menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi dunia.

banner 336x280

Willy menegaskan, secara fakta geografis dan demografis, Indonesia adalah negara yang sangat besar dan kuat, bahkan jauh melampaui wilayah daratan Benua Eropa pada umumnya.

Indonesia Jauh Lebih Luas dari Bayangan Kita

“Kita harus sadar sepenuhnya bahwa kita adalah bangsa yang sangat besar. Jika membandingkan dengan Benua Eropa, bentangan wilayah Indonesia tidak hanya sekadar sepanjang jarak dari London ke Istanbul. Itu saja baru mencakup sekitar setengah dari panjang wilayah Indonesia kita. Jarak London-Istanbul itu setara dengan jarak dari Sabang sampai ke wilayah Makassar atau Kupang saja, padahal wilayah kita masih terbentang luas hingga ke perbatasan timur,” papar Willy.

Selain luas wilayah, jumlah penduduk Indonesia juga merupakan kekuatan besar. “Saat ini penduduk kita diperkirakan telah mencapai angka 287,19 juta hingga 287,88 juta jiwa pada tahun 2026. Ini adalah potensi kekuatan manusia yang luar biasa besar,” tambahnya.

Desakan Ubah Peta Dunia Melalui Badan Informasi Geospasial

Menurut Willy, persepsi masyarakat selama ini yang merasa Indonesia itu kecil dan merasa rendah diri dibanding bangsa lain, salah satunya disebabkan oleh gambaran peta dunia yang digunakan selama ini. Dalam peta versi lama, wilayah Indonesia tergambar sangat kecil, sehingga secara psikologis masyarakat dibentuk untuk merasa minder.

Oleh karena itu, Willy secara tegas meminta Bapak Presiden Prabowo Subianto segera memanggil pimpinan Badan Informasi Geospasial (BIG) – lembaga yang dulu bernama Bakosurtanal – selaku lembaga yang berwenang di bidang pemetaan dan informasi wilayah.

“Kami minta Presiden memerintahkan BIG untuk segera melakukan penyesuaian dan perubahan pada tampilan peta dunia. Peta harus dibuat mencerminkan fakta yang sebenarnya, sehingga rakyat tidak lagi terbiasa melihat Indonesia sebagai negara yang kecil di peta,” tegasnya.

Wajib Pasang Peta Indonesia Berukuran Besar di Seluruh Penjuru

Langkah nyata lainnya yang sangat mendesak untuk dilakukan, menurut Willy, adalah pembuatan Peraturan Pemerintah (PP) yang mewajibkan pemasangan peta Indonesia yang lengkap dengan 38 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota, namun digambar dengan ukuran yang sangat besar dan proporsional, bukan versi kecil.

Peta tersebut wajib dipasang d

Seluruh kantor pemerintahan pusat dan daerah, Gedung pelayanan publik, Hotel dan tempat umum dan Di sepanjang jalan-jalan utama dan titik keramaian lainnya.

“Tujuannya satu, yaitu untuk menanamkan kesadaran seutuhnya kepada masyarakat kita, bahwa negara kita ini sangatlah besar, luas, dan kaya. Sehingga kita tidak perlu merasa rendah diri atau minder dengan negara lain, apalagi sampai membanggakan negara lain yang wilayahnya bahkan tidak seluas wilayah kita,” tandas Ketua Umum LBH-KIS ini.

Willy berharap usulan konstruktif ini mendapat perhatian serius dari Presiden yang sangat dicintai rakyat ini, demi membangun mental dan kebanggaan bangsa yang kokoh.

(Jasman).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *