Institute of Development Economy and Public Policy (INDEPP) memberikan apresiasi tinggi atas capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku yang menembus angka “5,31 persen secara *year on year* (y-on-y)” pada Triwulan II-2026. Capaian ini dinilai sebagai bukti nyata keberhasilan kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dalam mengelola stabilitas dan ekonomi daerah.
KomenNews.id // Ambon – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Agustus 2026, laju ekonomi Maluku mengalami lonjakan signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (3,39 persen), bahkan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen.
Bukti Kepemimpinan Solid di Tengah Tekanan Fiskal
Peneliti INDEPP, Dr. (Cand) Bareta Meisar Titioka, SE, MSi, menilai angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari makin kuatnya fundamental ekonomi daerah di bawah nahkoda pimpinan saat ini.
“Di tengah tekanan fiskal yang cukup tinggi, ekonomi Maluku tetap mampu tumbuh positif sebesar 5,31 persen dengan inflasi yang sangat terkendali di angka 2,27 persen. Ini sebuah prestasi dan capaian positif Pemprov Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dalam 1,5 tahun memimpin,” tegas Bareta, Kamis (06/07/2026).
Ia menambahkan, sinergi yang terbangun antara Gubernur, Tim Ekonomi Pemerintah Daerah, dan para pemangku kepentingan (stakeholders) berhasil merumuskan kebijakan yang responsif dalam menjaga stabilitas dan memicu pertumbuhan investasi.
Faktor Pendorong dan Catatan INDEPP
Dalam analisisnya, INDEPP mencatat ada dua motor utama pendorong pertumbuhan ekonomi Maluku saat ini:
- Konsumsi Rumah Tangga: Menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 4,11 persen terhadap PDRB, dipicu oleh tingginya aktivitas perdagangan pada momentum libur sekolah dan hari besar keagamaan.
- Sektor Sektor Tradisional & Ekspor: Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi 1,18 persen, disokong oleh lonjakan ekspor komoditas unggulan seperti perikanan, kopi, rempah-rempah, serta hasil hutan.
INDEPP menekankan bahwa membaiknya indikator pendukung—seperti peningkatan ekspor-impor, geliat sektor industri pengolahan, serta sektor konstruksi—harus terus dirawat agar dampaknya makin meluas.
“Capaian ini perlu terus dijaga melalui kebijakan yang mampu memperkuat sektor-sektor produktif sehingga pertumbuhan ekonomi Maluku semakin berkualitas, inklusif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bareta.




















