Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap para korban insiden pengeroyokan antar-kelompok yang terjadi di Matraman, Jakarta Timur. Di tengah padatnya agenda kerja, Gubernur bergerak cepat dengan menginstruksikan jajarannya untuk langsung menjenguk para korban pada Senin (27/7/2026).
KomenNews.id // Jakarta – Langkah cepat tersebut diwujudkan melalui perintah khusus kepada Kepala Badan Penghubung/Perwakilan Provinsi Maluku di Jakarta, Saipul Patta, sebagai perwakilan pemerintah provinsi untuk menyambangi para korban yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Aksi tanggap Gubernur Maluku ini mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya dari Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), H. Umar Ohoitenan, SH atau akrab disapa Bang Umar Kei, yang juga melakukan kunjungan langsung ke RSCM pada hari yang sama usai bertolak dari Surabaya.
“Saya atas nama pribadi dan atas nama Ketua Umum Umar Key/MKK mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Gubernur Maluku, Bang Hendrik Lewerissa, atas perhatian dan dukungannya kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban pengeroyokan di Matraman,” ujar Umar Kei, Rabu (29/7/2026).
Umar Kei mengungkapkan bahwa di tengah perjalanan menuju Jakarta pada Senin sore tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa tetap memantau situasi dan memastikan pemerintah daerah hadir untuk warga Maluku yang tertimpa musibah di perantauan.
“Kami pemuda-pemuda Maluku selalu bersama Pak Gubernur Hendrik Lewerissa. Terima kasih atas kepedulian beliau,” tambah Umar Key.
Kawal Proses Hukum hingga Tuntas
Selain bentuk kepedulian sosial, penanganan hukum atas insiden ini juga terus dikawal ketat. Umar Kei yang hadir menjenguk korban di RSCM bersama jajaran pengurus FPMM serta Anggota DPR RI Mercy Barens menegaskan komitmennya untuk mendampingi proses hukum para pelaku sampai tuntas.
Pihaknya menyiapkan tim advokat guna memastikan seluruh proses peradilan berjalan transparan dan adil, serta meminta aparat kepolisian segera menangkap sisa pelaku yang masih berstatus buron.
Polda Metro Jaya sendiri telah mengklarifikasi bahwa bentrokan tersebut dipicu oleh adu mulut terkait suara knalpot, bukan masalah pembayaran makanan. Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah kondusif, beberapa pelaku telah ditahan, dan perwakilan kedua belah pihak sepakat menempuh jalan damai demi menjaga ketertiban umum. Sementara itu, jenazah korban meninggal dunia telah dipulangkan ke kampung halaman di Kei, Maluku.
Di akhir pernyataannya, tokoh pemuda Maluku ini turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pengguna media sosial untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menghindari ujaran yang berpotensi menimbulkan stigma atau rasisme demi merawat rasa persaudaraan sesama anak bangsa.




















