Usai resmi dilantik memimpin DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Maluku periode 2026–2031, Hendrik Lewerissa bergerak cepat mengonsolidasi jajaran pengurusnya. Langkah tegas ini diambil untuk mengakhiri kevakuman organisasi sekaligus memperkuat posisi HKTI sebagai motor penggerak sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan di Maluku.
KomenNews.id // Ambon – Rapat koordinasi perdana yang dipimpin langsung oleh Lewerissa bersama Ketua Harian dan Sekjen bertempat di Ruang Rapat Lantai VII Kantor Gubernur Maluku pada Selasa (22/9/2026). Rapat ini menjadi pijakan awal penyusunan langkah strategis organisasi ke depan.
“Pasca dilantik Minggu, 20 September, pengurus HKTI Maluku langsung gaspol. Pengurus kali ini lebih mudah terkonsolidasi karena tidak ada lagi isu dualisme di tingkat pusat,” ujar Lewerissa yang adalah Gubernur Maluku ini, Selasa (22/9/2026).
Fokus Utama Kepengurusan HKTI Maluku 2026–2031
-
Penyusunan Blue Print dan Konsolidasi Daerah: Menyusun peta jalan pengembangan organisasi dan memperkuat struktur HKTI hingga tingkat kabupaten/kota.
-
Pelibatan Kelompok Tani: Memastikan kelompok tani setempat dilibatkan secara langsung dalam setiap agenda lapangan untuk menyerap aspirasi riil.
-
Program Kerja Berdampak Nyata: Menyusun program yang realistis, efisien, dan memberikan manfaat langsung bagi petani, nelayan, serta masyarakat luas.
-
Transparansi & Efisiensi Anggaran: Memastikan setiap alokasi pembiayaan organisasi tepat sasaran dan efektif.
-
Pengadaan Sekretariat Representatif: Menargetkan ketersediaan sekretariat organisasi yang layak dan fungsional sebelum akhir tahun 2026.
Dorong Pertanian Berdampak Ekonomi
Lewerissa menekankan bahwa HKTI tidak boleh hanya menjadi wadah seremonial. Setiap program yang dirancang harus berorientasi pada hasil dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pembudi daya, baik di sektor pertanian maupun perikanan.
“Program yang dibuat harus dapat berdampak atau bermanfaat bagi nelayan, petani, dan masyarakat pada umumnya. Dari sisi pembiayaan, kita harus pastikan tepat dan efektif,” tegasnya.
Selain pembenahan internal dan penyusunan program kerja, HKTI Maluku juga merencanakan publikasi masif guna memperluas jangkauan informasi program kepada masyarakat luas. Langkah awal ini diharapkan mampu mengembalikan peran aktif HKTI dalam mengawal ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di kawasan Maluku.















