Benhur Watubun dan Thaher Hanubun Gaungkan Falsafah Persaudaraan Maluku di Maulid FPMM Kediaman Umar Kei

banner 468x60

 Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun bersama Sesepuh dan Pembina Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) M. Thaher Hanubun menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar FPMM di kediaman Umar Ohoitenan (Umar Kei), kawasan Binalindung, Pondok Gede, Sabtu (19/9/2026) malam.   

 

banner 336x280

 

 

KomenNews.id // Jakarta – Kehadiran dua tokoh penting Maluku tersebut menjadi momentum penguat tali silaturahmi dan persatuan bagi seluruh warga Maluku yang berada di tanah rantau.

 

Turut hadir dalam peringatan tersebut, Wamen Luar Negeri Anis Matta, Bisri Asidiq Latuconsina Anggota DPD RI, Ongen Sangadji Anggota DPRD DKI Jakarta dan beberapa pejabat lintas kementrian lembaga, perwakilan Gubernur Maluku S.I. Patta, mantan Kasum ABRI Letjen Purn. Suaidy Marasabessy, serta jajaran ulama, habaib, tokoh masyarakat, dan perwakilan perantau dari 11 kabupaten/ kota se-Provinsi Maluku dan Jabodetabek.

 

 

 

 

Benhur Watubun: Peringatan Maulid Jadi Wadah Menyatu dan Harmonisasi

 

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun menyampaikan apresiasi tingginya kepada Ketua Umum FPMM Umar Kei dan keluarga yang konsisten menggelar kegiatan sosial-keagamaan guna merawat kebersamaan masyarakat Maluku.

 

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Maluku, kami menyampaikan ribuan terima kasih. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan wadah silaturahmi yang menyatukan segala perbedaan warga Maluku di tanah rantau,” ujar Benhur Watubun.

 

 

Benhur menegaskan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama dan ketertiban di tengah masyarakat.

 

“Kekuatan kekeluargaan ini terus kita bangun tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya. Kita tunjukkan bahwa warga Maluku senantiasa menjaga kerukunan dan harmonisasi bangsa,” lanjutnya.

 

 

 

Thaher Hanubun: Nilai Budaya dan Kebersamaan Mengikat Kita

 

Sementara itu, Sesepuh dan Pembina FPMM M. Thaher Hanubun menekankan bahwa warga Maluku dari 11 kabupaten/kota yang tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya memiliki ikatan persaudaraan yang tak terpisahkan.

 

“Di Maluku kita diikat oleh kearifan lokal seperti Pela Gandong, Kalatiri Mena Larat Sela, Ita Wotu Nusa, hingga falsafah adat lainnya. Semua itu punya satu pengertian mendalam: saya adalah anda, dan anda adalah saya, kita semua adalah saudara,” tegasnya.

 

 

Bupati Maluku Tenggara ini juga mengutip pesan Rasulullah SAW terkait pentingnya menyempurnakan akhlak dan kasih sayang sesama manusia. Ia mendoakan Ketua Umum FPMM Umar Kei agar selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki dalam memimpin wadah pemuda tersebut.

 

“Tidak beriman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Semoga persaudaraan ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutup Bupati.

 

 

Peringatan Maulid Nabi yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan ini kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan serta ramah tamah antar-tokoh Maluku di perantauan.

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *