Pemerintah Provinsi Maluku secara resmi memperingati puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 di Ambon, Sabtu (07/11/2026).
KomenNews.id // Ambon – Momentum HKN ke-62 ini menjadi pijakan strategis Pemprov Maluku dalam mendorong transformasi layanan kesehatan berbasis kepulauan melalui tema “Kalesang Negeri: Gerak Bersama, Maluku Sehat.”
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Maluku sekaligus Koordinator Posyandu Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku beserta jajaran, pimpinan OPD, pimpinan fasilitas kesehatan, serta perwakilan organisasi profesi dan tenaga medis se-Provinsi Maluku.
Fokus pada Transformasi Kesehatan Kepulauan
Dalam arahannya, Gubernur Maluku menyampaikan bahwa kondisi geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan memerlukan langkah transformasi yang nyata dan terarah. Tantangan konektivitas, pemerataan nakes, dan keterbatasan sarana prasarana dijawab dengan pendekatan kesehatan yang inovatif.
“Kalesang berarti menjaga dan merawat. Kalesang Negeri adalah wujud komitmen kita untuk melakukan transformasi pelayanan, memastikan setiap masyarakat Maluku di pelosok pulau mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas,” ujar Gubernur.
Inovasi IIHS: Solusi Aksesibilitas Antarpulau
Sebagai bagian penting dari agenda transformasi ini, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku secara resmi meluncurkan inovasi IIHS (Integrated Island Health System).
Inovasi IIHS hadir sebagai jembatan transformasi digital dan sistemik untuk memperkuat konektivitas serta sistem rujukan kesehatan antarpulau. Melalui perkuatan jejaring ini, rantai kendala geografis diharapkan dapat teratasi sehingga intervensi medis emergency maupun rutin dapat menjangkau masyarakat lebih cepat.
Perkuatan SDM dan Sarana Prasarana
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemprov Maluku untuk terus mentransformasi sistem kesehatan daerah melalui:
Peningkatan Kapasitas SDM: Memperkuat kompetensi serta distribusi tenaga medis di kawasan terpencil dan pulau-pulau luar.
Modernisasi Sarpras dan Teknologi: Melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan dengan teknologi modern dan konektivitas rujukan.
Penguatan Preventif dan Promotif: Mendorong gerakan cegah sakit melalui skrining dini dan peran aktif kader Posyandu di setiap negeri/desa.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak transformasi di wilayah pelosok.
“Dankje banyak su ada dan mengabdi bagi Maluku. Pengabdian basudara sekalian adalah fondasi utama dari transformasi kesehatan di daerah ini,” ungkapnya.
Melalui sinergi bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, TP-PKK/Posyandu, dan masyarakat, Pemprov Maluku optimistis transformasi layanan kesehatan kepulauan dapat terwujud secara merata dan berkelanjutan.













