Mengusung semangat “bergerak dan berdampak”, Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam) yang baru dilantik, Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng, langsung melakukan gebrakan nyata. Hanya berselang sehari setelah resmi memimpin, Haurissa menggelar audiensi resmi dengan Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
KomenNews.id // Jakarta – Pertemuan strategis ini difokuskan pada upaya penguatan ekosistem pendidikan vokasi melalui program link and match antara institusi pendidikan di Indonesia Timur dengan industri transportasi massal terdepan di ibu kota.
Jembatan Vokasi dan Industri Modern
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Direktur Polnam Marceau Haurissa memaparkan visi besar dan arah kebijakan Polnam ke depan. Ia menegaskan bahwa PT LRT Jakarta merupakan mitra yang sangat strategis untuk mengakselerasi mutu lulusan vokasi.
“Kemitraan ini adalah upaya kami untuk membangun jembatan nyata antara dunia akademik dan kebutuhan riil industri. Kami ingin memastikan mahasiswa kami mendapatkan paparan industri yang relevan sejak dini,” ujar Haurissa.
Terdapat dua program prioritas yang diusulkan oleh Polnam dalam penjajakan kerja sama ini:
-
Magang Terstruktur bagi Mahasiswa: Membuka akses bagi mahasiswa Polnam untuk terlibat langsung dalam ekosistem operasional dan teknologi transportasi modern di PT LRT Jakarta.
-
Peningkatan Kapasitas Tenaga Pengajar: Program penyelarasan kompetensi bagi para dosen agar materi pengajaran di kampus selalu relevan dengan dinamika industri terbaru.
Apresiasi dari Dunia Industri
Merespons gerak cepat tersebut, Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, memberikan apresiasi tinggi terhadap determinasi yang ditunjukkan oleh manajemen baru Polnam. Menurutnya, sikap proaktif ini merupakan sinyal positif bagi perkembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
“Sebuah sikap yang mencerminkan bahwa baginya, jabatan bukan berarti menunggu laporan masuk melainkan bergerak menciptakan peluang sejak hari pertama,” puji Akyuwen.
Akyuwen menegaskan bahwa PT LRT Jakarta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi civitas akademika Polnam. Pihaknya siap mendiskusikan lebih detail implementasi program yang dapat memberikan dampak konkret bagi kedua belah pihak.
Menuju Nota Kesepahaman (MoU)
Pertemuan awal ini diharapkan segera bermuara pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi. Melalui kerja sama konkret ini, mahasiswa Politeknik Negeri Ambon ke depan tidak hanya mendapatkan keunggulan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diserap oleh pasar kerja nasional.
Langkah taktis yang diambil Marceau Haurissa ini menjadi penanda kuat dimulainya era baru Polnam—era yang dicirikan oleh kecepatan bertindak, perluasan jejaring, dan komitmen tinggi terhadap mutu pendidikan tinggi vokasi nasional.














