2 Rumah Karyawan, 1 Mobil, dan 4 Sepeda Motor Dibakar, 1 Pekerja Dibacok; Polres Labuhanbatu Dinilai Belum Lakukan Cek TKP

Kasus17 Dilihat
banner 468x60

LABUHANBATU UTARA – Aksi kekerasan yang diduga dilakukan sekelompok orang kembali terjadi di areal Kelompok Tani Sumber Sari Grup Robert Aritonang, Dusun I, Desa Sungai Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

Dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB tersebut, dua unit rumah kopel karyawan dibakar, satu unit mobil Colt Diesel dan empat unit sepeda motor hangus dilalap api. Selain itu, seorang pekerja bernama Ilham (35) menjadi korban penganiayaan dan pembacokan yang diduga dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah pelaku.

banner 336x280

Usai mendapatkan perawatan medis, korban Ilham melaporkan kejadian tersebut ke Polres Labuhanbatu dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/819/VI/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 6 Juni 2026 pukul 19.40 WIB.

Namun, menurut pengakuan pelapor, hingga Selasa (9/6/2026), pihak Polres Labuhanbatu belum menjadwalkan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat dikonfirmasi awak media terkait perkembangan kasus tersebut, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Muhammad Jihad Fajar Balman, menyampaikan bahwa laporan penganiayaan terhadap korban pertama Nawawi dan korban kedua Muhammad Ilham diduga melibatkan pelaku yang sama, termasuk dalam peristiwa pembakaran rumah pekerja.

“Segera kita atensi,” ujar Kasat Reskrim melalui pesan singkat.

Diketahui, sebelum kasus yang menimpa Ilham, korban lain bernama Nawawi juga mengalami penganiayaan dan pembacokan yang diduga dilakukan oleh kelompok pelaku yang sama. Laporan Nawawi tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/752/V/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA.

Hingga kini, menurut pihak korban, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus penganiayaan terhadap Nawawi. Para pelaku disebut masih bebas berkeliaran dan diduga kembali melakukan aksi kekerasan terhadap Ilham pada 6 Juni lalu.

Korban mengaku telah menyampaikan identitas sejumlah terduga pelaku kepada pihak kepolisian dan berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas agar para korban memperoleh keadilan.

Kuasa hukum korban, Beriman Panjaitan, S.H., M.H., meminta Kapolres Labuhanbatu dan Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu untuk memberikan perhatian serius terhadap rangkaian tindak pidana tersebut.

“Kelompok ini sudah dua kali melakukan penyerangan dan pembakaran. Peristiwa seperti ini tidak bisa dibiarkan. Aparat penegak hukum harus segera mengambil tindakan tegas untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Beriman.

Sementara itu, Pendiri Kelompok Tani Sumber Sari, Drs. Robert Aritonang, menyampaikan bahwa dua pekerjanya telah menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan oleh kelompok yang selama ini terlibat dalam pencurian buah kelapa sawit dengan menggunakan kekerasan.

“Kami sebelumnya sudah membuat lima laporan polisi terkait pengancaman, pencurian, dan penguasaan hak. Namun hingga saat ini prosesnya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya para pelaku merasa kebal hukum dan semakin berani melakukan tindakan yang lebih beringas,” ujar Robert melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, akibat penganiayaan dan pembakaran tersebut, pihak kelompok tani mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

Di tempat terpisah, Saipul Sirait, S.H., didampingi Ketua LSM Sentral Elemen Pejuang Rakyat (SEP Rakyat), Ramses Sihombing, mendesak Kapolres Labuhanbatu agar segera mengambil langkah hukum terhadap para pelaku.

“Kapolres Labuhanbatu jangan menganggap sepele kejadian ini. Para pelaku sangat beringas dan diduga memiliki niat menghilangkan nyawa pekerja Kelompok Tani Sumber Sari. Mereka menyerang menggunakan senjata tajam secara membabi buta. Kami meminta aparat segera bertindak agar tidak ada lagi korban berikutnya,” tegas Saipul.

Ia juga menilai penanganan perkara oleh pihak kepolisian terkesan lamban, sehingga diduga memberi ruang bagi pelaku untuk kembali melakukan aksi kekerasan yang mengakibatkan munculnya korban baru serta kerugian materiil yang lebih besar.

(Tim Investigasi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *