Undang Presiden, Soekarno Centre Luncurkan Pilot Project Ekonomi Kerakyatan di Lampung Timur

banner 468x60

Dari Bumi Jawa untuk seluruh Indonesia. Task Force Indonesia 1957/Soekarno Centre resmi mengajukan permohonan audiensi kepada Presiden Republik Indonesia melalui Sekretariat Negara pada 1 September 2026.

 

banner 336x280

 

KomenNews.id // Lampung Timur – Dalam surat tersebut, Soekarno Centre menyampaikan dua permohonan utama kepada Presiden RI. Pertama, permohonan untuk dapat melakukan audiensi langsung dengan Presiden. Kedua, permohonan agar Presiden RI berkenan hadir sekaligus meresmikan Pilot Project Nasional “Desa Bersatu 83.000 – Bung Karno”.

 

Peresmian pilot project tersebut diagendakan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Bumi Jawa, Kabupaten Lampung Timur.

 

Bank Central Soekarno untuk 83.000 Desa

 

Pilot project ini digagas dengan membawa semangat Trisakti Bung Karno, dengan mengusung konsep Bank Central Soekarno sebagai salah satu instrumen penggerak ekonomi kerakyatan.

 

Program tersebut menargetkan terwujudnya kemandirian ekonomi di 83.000 desa di seluruh Indonesia pada 2030.

 

Fokus program diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, koperasi desa, BUMDes, UMKM, hingga hilirisasi produk-produk desa. Melalui hilirisasi, nilai tambah hasil produksi diharapkan dapat lebih banyak dinikmati masyarakat desa dan tidak terus mengalir keluar dari wilayah penghasil.

 

 

Lampung Timur dipilih sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Bumi Jawa diproyeksikan menjadi laboratorium sekaligus percontohan nasional sebelum konsep tersebut dikembangkan dan diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

 

“Ini kami persembahkan: dari Bumi Jawa, untuk 83.000 desa,” tegas Ayu Gembirowati Putri, Presiden Soekarno Centre.

 

Panggilan Sejarah Kebangkitan Desa

Permohonan kehadiran Presiden RI sekaligus peresmian pilot project tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperoleh dukungan dan sinergi pemerintah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis desa.

 

Bagi Soekarno Centre, langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk kembali menempatkan desa sebagai salah satu kekuatan utama perekonomian nasional, sejalan dengan gagasan kemandirian dan ekonomi kerakyatan yang dikaitkan dengan cita-cita Proklamator RI, Ir. Soekarno.

 

Jika agenda tersebut terealisasi, 10 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi dimulainya sebuah model penguatan ekonomi desa yang nantinya dapat dikembangkan secara nasional.

 

Dari Bumi Jawa, sebuah gagasan besar kini diarahkan untuk menjangkau 83.000 desa di seluruh Indonesia.

 

Akankah 10 Oktober 2026 menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi desa Indonesia?

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed