Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan nuansa budaya mewarnai pelaksanaan Sayembara Tradisi Simalungun Kaum Ina GKPS Resorit Cikampak yang digelar di Gereja GKPS Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Minggu.
KomenNews.id // Kota Pinang – Kegiatan yang diikuti kaum ina (perempuan) dari berbagai jemaat GKPS ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan sekaligus melestarikan adat, bahasa, dan budaya Simalungun di tengah kehidupan bergereja. Antusiasme peserta dan para pendukung membuat perlombaan berlangsung meriah sejak awal hingga penutupan.
Dalam kompetisi tersebut, GKPS Resorit Cikampak tampil gemilang dengan meraih Juara Umum, sedangkan GKPS Kota Pinang berhasil menempati posisi Juara II setelah menunjukkan penampilan terbaik pada sejumlah cabang perlombaan.
Kegiatan dipimpin oleh Pdt. S.Th. J. Simarmata, sementara proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri St. A. Purba Girsang dari GKPS Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir (Riau).
Berbagai perlombaan yang dipertandingkan, seperti cerdas cermat dan festival koor (paduan suara), tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperdalam pengetahuan jemaat mengenai nilai-nilai budaya Simalungun serta meningkatkan kreativitas dan kekompakan antarjemaat.
Setiap peserta menampilkan kemampuan terbaiknya dengan penuh semangat, sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan sportivitas.
Panitia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya Simalungun di lingkungan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Selain mempererat hubungan antargereja, sayembara ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Dengan keberhasilan meraih Juara Umum, GKPS Resorit Cikampak kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Simalungun melalui pembinaan, kebersamaan, dan partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan gerejawi dan budaya.




















