Ratusan Pekerja FSPP dan SP KAIS Apel HUT KAI ke-81 di Stasiun Pasarsenen, Gaungkan Integrasi dan Tolak Akuisisi

Berita109 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Pegawai (FSPP), Serikat Pekerja KAIS (SP KAIS), serta insan KAIS Park and Ride menggelar Apel HUT ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan Stasiun Pasarsenen, Jakarta.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Apel berlangsung khidmat dan diisi dengan doa bersama untuk kemajuan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus refleksi terhadap perjalanan panjang perkeretaapian nasional.

banner 336x280

Momentum peringatan HUT KAI ke-81 tersebut dimanfaatkan para pekerja untuk mengingat kembali sejarah perjuangan insan perkeretaapian yang turut berperan dalam membangun dan mengembangkan perusahaan hingga menjadi salah satu penyedia layanan transportasi publik berbasis kereta api di Indonesia.

Dalam kegiatan itu, FSPP dan SP KAIS menyampaikan sejumlah sikap terkait keberlanjutan PT KAI sebagai badan usaha milik negara (BUMN).

Para pekerja menyatakan mendukung integrasi antarmoda transportasi sepanjang kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi, konektivitas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Namun, mereka menyatakan menolak segala bentuk akuisisi yang menurut mereka berpotensi mengurangi eksistensi maupun peran inti PT KAI sebagai BUMN yang bergerak dalam penyediaan transportasi massal.

Selain persoalan akuisisi, FSPP dan SP KAIS juga menyampaikan penolakan terhadap skema Joint Operation (JO) yang menurut mereka tidak sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Menurut para pekerja, setiap bentuk kerja sama operasional harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip transparansi, akuntabilitas, kepatuhan, serta perlindungan terhadap aset negara.

“Integrasi antarmoda kami dukung untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi. Namun, kami menolak akuisisi yang dapat menghilangkan eksistensi dan peran inti KAI sebagai BUMN,” demikian sikap yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Para pekerja juga menegaskan bahwa pelayanan publik di sektor perkeretaapian, termasuk pelaksanaan Public Service Obligation (PSO), harus tetap mendapatkan peran utama dari BUMN.

Mereka berpandangan bahwa pengelolaan pelayanan publik oleh BUMN merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam menyediakan transportasi yang aman, terjangkau, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sikap tersebut disampaikan sebagai bagian dari aspirasi pekerja dalam momentum HUT KAI ke-81. Mereka berharap keberlanjutan transformasi perusahaan tetap berjalan dengan memperhatikan kepentingan pelayanan publik, tata kelola perusahaan, aset negara, serta keberlangsungan pekerja.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan serta kemajuan bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Para pekerja berharap KAI terus berkembang dan mempertahankan perannya sebagai salah satu tulang punggung transportasi publik nasional, sekaligus tetap menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *