Pemerintah Provinsi Maluku secara resmi memperkuat komitmennya untuk mempercepat digitalisasi serta akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Industri Kecil Menengah (IKM), hingga sektor pariwisata. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2026 antara Badan Penghubung Provinsi (BPP) Maluku dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Se-Provinsi Maluku yang digelar di Anjungan Maluku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (28/9/2026).
KomenNews.id // Jakarta – Rangkaian kegiatan lintas sektor yang berlangsung selama dua hari ini diawali dengan agenda Prarakor pada Minggu (27/9/2026) di RR Paparisa Banhu, sebelum memasuki acara puncak di Anjungan Maluku TMII.
Membuka secara resmi gelaran tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dan perombakan pola pikir tradisional dalam menghadapi persaingan industri nasional maupun global yang semakin dinamis.
“Dunia berubah sangat cepat. Kalau kita ingin meraih kemajuan, berhentilah menggunakan cara-cara lama, terutama dalam hal pemasaran. Tanpa inovasi dan digitalisasi, produk-produk unggulan kita akan tergilas oleh persaingan industri yang semakin ketat,” tegas Gubernur di hadapan para peserta rakor.
Gubernur mengapresiasi jajaran BPP Maluku di Jakarta atas perannya sebagai jembatan strategis yang menghubungkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pemangku kepentingan nasional. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi Maluku berada pada kolaborasi lintas sektor yang erat serta perumusan program kerja yang terukur.
“Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Dekranasda dan BPP Maluku harus terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, hingga komunitas. Setiap program yang dirumuskan harus terukur: apa yang dikerjakan, siapa pelaksananya, kapan dieksekusi, dan apa dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat serta pengrajin di daerah,” lanjut Gubernur.
Strategi ‘One District, One Priority Product’ dan Creative Hub Digital
Menanggapi arahan Gubernur, Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, memaparkan program strategis untuk tahun 2027 melalui gerakan *”One District, One Priority Product”* (Satu Kabupaten/Kota, Satu Produk Unggulan Prioritas).
Melalui strategi ini, produk kerajinan, kriya, dan kuliner khas dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku akan melewati tahapan kurasi yang ketat, pendaftaran merek (branding), pengembangan kemasan (packaging), serta pembinaan berbasis digital sebelum dipasarkan secara luas.
Selain itu, kerja sama erat antara Dekranasda Provinsi Maluku dan BPP Maluku direalisasikan melalui optimalisasi Anjungan Maluku di TMII Jakarta sebagai Creative Hub berbasis digital.
“Anjungan Maluku di Jakarta ini kita dorong bersama menjadi Creative Hub—sebuah ruang interaktif dan pintu gerbang pemasaran produk lokal Maluku. Melalui katalog digital, integrasi database UMKM/IKM, dan storytelling budaya, kita hubungkan karya pengrajin lokal secara langsung dengan calon pembeli dan investor nasional maupun internasional,” jelas Maya Baby Lewerissa.
Landasan Hukum dan Empat Output Strategis
Sementara itu, Kepala BPP Maluku, S. Indra Patta, dalam laporan pelaksanaannya menyampaikan bahwa Rakor ini diselenggarakan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPP Maluku TA 2026. Kegiatan ini berlandaskan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No. 18 Tahun 2016, Perda Provinsi Maluku No. 5 Tahun 2025 tentang APBD TA 2026, serta Pergub Maluku No. 100 Tahun 2021.
Indra Patta menegaskan Anjungan Maluku TMII diproyeksikan menjadi etalase utama sekaligus pusat promosi terpadu potensi daerah Maluku di Ibu Kota Negara.
“Sinergitas lintas sektor dalam Rapat Koordinasi ini diharapkan menjadi titik balik peningkatan produk IKM/UMKM, investasi, budaya, dan promosi pariwisata Maluku untuk take off menuju pasar nasional dan global, dengan memanfaatkan Anjungan Maluku TMII sebagai episentrum promosinya di Jakarta,” papar S. Indra Patta.
S.Indra Patta membeberkan, Rakor ini menyepakati empat capaian output strategis utama:
- 1. Peta Jalan Kebijakan: Perumusan kerangka kebijakan kolaboratif dan blueprint program prioritas penetrasi produk Maluku ke pasar nasional dan internasional.
- 2. Database Terintegrasi: Penyusunan database produk unggulan, pemetaan potensi perajin IKM/UMKM, serta pemetaan destinasi pariwisata unggulan se-Provinsi Maluku.
- 3. Akselerasi Digital dan Pemasaran: Penyusunan dokumen strategi pemasaran, rencana branding, kalender pameran, serta akselerasi ekosistem digital terintegrasi melalui pemanfaatan art shop Anjungan Maluku TMII.
- 4. Komitmen Bersama: Penandatanganan nota kesepakatan bersama yang mengikat antara Dekranasda Provinsi, Dekranasda 11 Kabupaten/Kota, BPP Maluku, dan instansi terkait.
Kolaborasi Multisektor dan Narasumber Ahli
Untuk memberikan bobot akademis dan praktis, Rakor menghadirkan dua narasumber kunci, yaitu Neli Yana (Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI) dan Jaya Chandranegara (Operation Director Taman Mini Indonesia Indah).
Acara ini dihadiri oleh jajaran perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, manajemen TMII, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, Pengurus Dekranasda dari 11 Kabupaten/Kota se-Maluku, pimpinan Perangkat Daerah terkait, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, PT Bank Maluku Malut, Balai Pelestarian Budaya, Museum Siwalima, Taman Budaya, serta jajaran Forum Komunikasi Penghubung Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI).
Pantauan media ini, Rakor kolaborasi tersebut berlangsung sukses. Pasalnya, dibedah menjadi 2 kali rapat. Yakni, Pra Rakor pada hari Minggu dan dilanjutkan agenda utama di hari ini.
Publik menunggu gebrakan besar BPP Maluku Jakarta bersama Dekranasda se -Provinsi Maluku dan OPD-OPD terkait, guna menjawab tantangan digitalisasi saat ini.




















