Pramono Anung Tegaskan Bentrokan di Menteng Murni Perselisihan Individu: Jangan Bawa Isu Etnis!

banner 468x60

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat untuk melihat peristiwa bentrokan yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, secara jernih dan obyektif. Ia mengimbau seluruh pihak agar tidak mengaitkan insiden tersebut dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) maupun etnis tertentu.

 

banner 336x280

KomenNews.id // Jakarta – Pramono menegaskan bahwa keributan yang terjadi murni merupakan masalah perseorangan atau kelompok kecil, dan kini sudah berada dalam penanganan pihak kepolisian.

 

 

“Saya minta insiden di Menteng jangan ditarik-tarik ke isu etnis atau SARA. Ini murni kesalahpahaman atau perselisihan antarindividu. Mari kita percayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta,Selasa (28/07/2026).

 

 

Kronologi Kejadian

 

Berdasarkan data awal dari kepolisian dan keterangan saksi di lokasi, berikut urutan peristiwa bentrokan tersebut:

 

  • 14.00 WIBAwal Kesalahpahaman: Peristiwa bermula dari perselisihan paham antara dua orang individu terkait masalah pribadi di sekitar kawasan Menteng.
  • 14.30 WIBCekcok Memanas: Cekcok mulut yang tidak terselesaikan berlanjut pada pemanggilan rekannya masing-masing, sehingga memicu konsentrasi massa di lokasi kejadian.
  • 15.00 WIBTerjadinya Kericuhan:  Gesekan fisik tak terhindarkan hingga memicu keributan yang memancing perhatian warga dan sempat viral di media sosial dengan berbagai narasi spekulatif.
  • 15.30 WIBPenanganan Petugas: Petugas dari Polsek Menteng dan Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat melerai, mengamankan sejumlah oknum yang terlibat, serta melokalisasi area agar situasi tidak meluas.

 

 

Minta Warga Jaga Kondusivitas Ibu Kota

 

Pramono mengimbau warga DKI Jakarta untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh narasi yang beredar di media sosial, dan tidak main hakim sendiri. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di Ibu Kota.

 

  1. Proses Hukum Berjalan: Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi dan memproses oknum-oknum yang terlibat secara hukum.
  2. Pengawasan Ketat: Pemprov DKI bersama aparat keamanan memperketat patroli di titik-titik rawan guna memastikan aktivitas warga berjalan normal tanpa rasa takut.
  3. Saring Informasi: Masyarakat diminta untuk memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya agar tidak memicu keresahan berantai.

 

 

“Jakarta adalah rumah bersama bagi semua suku dan golongan. Jangan sampai kedamaian yang sudah kita jaga rusak hanya karena bentrokan oknum tidak bertanggung jawab,” pungkas Pramono.

 

 

 

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian di kawasan Menteng dipastikan sudah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *