Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) angkat bicara terkait pemberitaan media online Gapura Manise yang menuding harta kekayaannya meningkat lebih dari Rp 15 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
KomenNews.id // Ambon – secara tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyebut pemberitaan itu sebagai hoaks dan meminta pihak yang menuding untuk membuktikan adanya penambahan aset pribadi setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur Maluku.
“Ini berita hoaks. Semenjak menjadi Gubernur, kekayaan HL tidak bertambah, malah berkurang karena banyak membantu banyak orang dan lembaga,” tegas Gubernur, Kamis (10/9/26).
Gubenrur menjelaskan, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang menjadi dasar pemberitaan tersebut merupakan laporan perubahan terhadap laporan sebelumnya.
Menurutnya, laporan sebelumnya dibuat oleh Tim Pemenangan ketika dirinya maju sebagai calon Gubernur Maluku. Karena itu, adanya perubahan nilai dalam LHKPN bukan berarti terdapat penambahan aset baru setelah dirinya menjadi gubernur.
“Harta yang sama, tapi nilainya berubah karena harga-harga tanah berubah. Tanah yang dibeli 10 tahun lalu pasti nilainya berubah sekarang,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, terdapat sejumlah aset pribadi yang telah dimiliki jauh sebelum dirinya menjadi anggota DPR RI maupun Gubernur Maluku, namun sebelumnya belum tercantum dalam laporan karena alasan teknis administratif.
“Tambahan aset pribadi yang sudah ada sebelum menjadi Anggota DPR RI dan Gubernur Maluku, karena alasan teknis administratif semata belum dilaporkan,” ujarnya.
Tantang Buktikan Aset Baru
Gubernur menegaskan, seluruh harta kekayaannya sebagai pejabat negara telah dilaporkan dan diregistrasikan melalui sistem LHKPN KPK RI.
Karena itu, ia mempersilakan siapa pun untuk melakukan pengecekan dan membuktikan apabila memang ada aset pribadi baru yang diperoleh setelah dirinya menjadi Gubernur Maluku.
“Silakan buktikan harta kekayaan Gubernur HL yang diperoleh setelah menjadi Gubernur. Tidak ada tambahan aset pribadi apa pun,” tegasnya.
Ia juga memastikan berbagai fasilitas yang digunakannya selama menjabat sebagai kepala daerah merupakan fasilitas milik pemerintah daerah, bukan aset pribadi.
“Yang digunakan saat ini adalah fasilitas aset daerah, rumah dinas, kendaraan dinas dan fasilitas lainnya,” katanya.
Peringatkan Konsekuensi Hukum
Gubernur juga mengingatkan agar informasi yang disebarkan kepada publik harus dapat dipertanggungjawabkan.
Ia meminta agar tudingan yang berpotensi membangun kebencian tidak disampaikan tanpa dasar yang jelas.
“Jangan sebarkan kebencian dan keculasan ke publik tanpa alasan karena akan berakibat hukum jika tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
“HL Tidak Kaya, Tapi Juga Tidak Melarat”
Gubernur kemudian menyinggung perjalanan politiknya yang telah berlangsung cukup panjang. Ia menyebut dirinya telah lima kali mengikuti kontestasi politik di level Maluku.
Mulai dari pencalonan sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrat, calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Abdullah Tuasikal, pencalonan sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra, kembali maju sebagai calon anggota DPR RI pada 2024, hingga akhirnya maju sebagai calon Gubernur Maluku.
“HL ini adalah politisi yang tidak kaya, tapi juga tidak melarat. Lima kali mengikuti kontestasi politik level Maluku, memangnya modal dengkul? Yang benar sajalah,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan dalam kontestasi politik tentu membutuhkan dukungan finansial yang memadai. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak lantas dapat dijadikan dasar untuk menuding adanya penambahan kekayaan setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya memilih untuk tidak membalas berbagai hujatan, cemoohan, fitnah maupun hinaan yang selama ini dialamatkan kepadanya.
“Gubernur HL ini selalu konsisten,komitmen dan fokus hanya untuk mengabdi, berbakti dan melayani rakyat dan daerah di Bumi Raja-Raja ini,” katanya.
“Apakah Gubernur HL pernah membalas semua itu? Gubernur HL membalas dengan bekerja untuk kebaikan Maluku,” pungkas mantan anggota DPR-RI itu.














