Panitia Silaturahmi Akbar Hatuhaha–Tuhaha Temui Ongen Sangaji, Bahas Penguatan Kebersamaan Warga Maluku di Jakarta

Berita5 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Panitia Silaturahmi Akbar Masyarakat Hatuhaha–Tuhaha menggelar audiensi dengan Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Fraksi NasDem, M. Ongen Sangaji, SH, yang juga dikenal sebagai tokoh Maluku di Jakarta, di Ruang Rapat Fraksi Partai NasDem, Lantai 5 Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan itu menjadi forum penting untuk memperkuat tali silaturahmi, mempererat komunikasi, serta membahas langkah-langkah strategis dalam membangun kebersamaan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta.

banner 336x280

Dalam audiensi tersebut, Ongen Sangaji menekankan bahwa kekuatan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di perantauan hanya dapat dibangun melalui persatuan, kekompakan, dan semangat untuk saling menopang. Sebagai tokoh Maluku sekaligus wakil rakyat di DPRD DKI Jakarta, ia menilai bahwa masyarakat Hatuhaha–Tuhaha memiliki potensi besar untuk kembali tampil sebagai kekuatan sosial yang diperhitungkan di Ibu Kota, sepanjang seluruh unsur masyarakat mampu menjaga kebersamaan.

Ayo jaga kekompakan, jaga persatuan dan kesatuan. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua elemen Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta harus bersatu agar menjadi kekuatan besar, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi kita,” kata Ongen Sangaji.

Ongen menjelaskan, dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, dirinya siap membuka ruang komunikasi dan sinergi dengan masyarakat, terutama jika ada persoalan yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan, pertanahan, maupun kebutuhan fasilitasi dengan instansi terkait. Ia menegaskan, keberadaan wakil rakyat harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk menjadi jembatan dalam memperjuangkan kepentingan warga.

Namun, bagi Ongen, persoalan yang lebih besar adalah bagaimana masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta dapat membangun wadah bersama yang kuat dan berkelanjutan. Ia menilai, Silaturahmi Akbar yang telah digelar sebelumnya merupakan modal awal yang sangat penting, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah yang lebih konkret melalui pembentukan organisasi bersama.

Kita tidak boleh berhenti pada semangat pertemuan. Harus ada wadah bersama yang bisa merangkul semua, menjaga silaturahmi, menyatukan potensi, dan menyiapkan generasi Hatuhaha–Tuhaha agar lebih kuat di Jakarta. Kalau kita bersatu, kita akan punya daya tawar dan kekuatan yang lebih besar,” ujarnya.

Dukungan tersebut disambut positif oleh panitia. Perwakilan panitia, Musa Marasabessy, SH, menyampaikan bahwa audiensi dengan Ongen Sangaji merupakan bagian dari langkah panitia untuk memastikan semangat kebersamaan yang terbangun dalam Silaturahmi Akbar tidak berhenti begitu saja, melainkan terus bergerak menuju pembentukan rumah besar masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta.

Menurut Musa, pelaksanaan Silaturahmi Akbar sebelumnya telah menunjukkan bahwa semangat persaudaraan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta masih sangat kuat. Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang terbatas, kegiatan itu mampu menghadirkan kebersamaan lintas unsur masyarakat dan menjadi pemantik optimisme baru untuk membangun wadah bersama.

Silaturahmi Akbar kemarin menjadi titik penting bagi kami. Dari situ kami melihat bahwa semangat untuk bersatu masih sangat besar. Karena itu, kami ingin energi kebersamaan itu terus dijaga dan diarahkan dalam pembentukan organisasi bersama yang benar-benar menjadi rumah bagi seluruh keluarga Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta,” kata Musa.

Ia menambahkan, panitia kini tengah mematangkan konsep organisasi bersama yang akan menjadi wadah kolektif masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta. Pembahasan yang dilakukan mencakup nama organisasi, bentuk kepemimpinan, hingga arah program yang diharapkan mampu memperkuat silaturahmi, solidaritas, dan kontribusi masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di perantauan.

Audiensi tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur panitia, di antaranya Musa Marasabessy dari keluarga besar Kailolo, Hendrik Noya, SH, MH dari keluarga Hulaliu Haturesy Rakanyawa, Syahrudin Latuconsina selaku Ketua Umum GMP, Ali Sangadji selaku Ketua Rohomoni, Hendrik Louhanapessy dari Tuhaha, serta Ismail Tuasamu selaku Panglima Kailolo.

Bagi panitia, audiensi ini menjadi salah satu langkah penting untuk merawat semangat persaudaraan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta. Dengan dukungan Ongen Sangaji sebagai anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus tokoh Maluku, panitia berharap proses konsolidasi yang tengah berjalan dapat melahirkan wadah bersama yang kuat, inklusif, dan mampu menjadi penopang kebersamaan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di tanah rantau.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *