Keberlangsungan perekonomian Indonesia sangat bergantung pada konektivitas dan keandalan sektor transportasi laut. Oleh karena itu, keselamatan pelayaran bukan sekadar persoalan teknis semata, melainkan bagian vital dari tanggung jawab bersama dalam melindungi jiwa manusia, armada kapal, lingkungan, serta menjaga keberlanjutan ekonomi nasional.

KomenNews.id //Jakarta – Hal tersebut ditegaskan oleh Michael Wattimena saat memberikan sambutan mewakili Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Pelantikan Dewan Pengurus Nasional Perkumpulan Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (DPN PPAKPI) periode 2026–2029 di Ballroom GIIA Hotel Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Michael Wattimena—yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina International Shipping (PIS) sekaligus Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Negosiasi, Diplomasi, dan Kerja Sama Mineral dan Batubara—menyoroti maraknya kecelakaan pelayaran dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai insiden yang kerap menelan korban jiwa—termasuk musibah seperti KM Virgo Transport 8—harus menjadi bahan perhatian dan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kehidupan pelayaran sangat bergantung pada alat keselamatan yang ada di kapal. Di tengah cuaca ekstrim yang tidak menentu, alat keselamatan adalah benteng terakhir. Jangan sampai pertimbangan harga mengalahkan faktor keselamatan jiwa,” ujar mantan Wakil Ketua Komisi V DPR RI tersebut.

Dorong Industri Dalam Negeri dan Kolaborasi Ekosistem Maritim
Lebih lanjut, Michael menegaskan bahwa para pengusaha yang tergabung dalam PPAKPI memiliki peran yang sangat strategis. Produk alat keselamatan pelayaran—mulai dari proses produksi, distribusi, inspeksi, hingga perawatan—harus memenuhi standar keandalan tinggi dan dapat dipercaya saat situasi darurat terjadi.
Ia juga mendorong agar industri alat keselamatan pelayaran nasional tidak hanya menjadi pasar bagi produk impor, tetapi mampu berkembang menjadi produsen yang kompetitif dan berstandar internasional.
“Indonesia harus mampu menjadi produsen yang masuk dalam rantai pasok keselamatan pelayaran tingkat regional maupun global. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kolaborasi kuat antara dunia usaha, pemerintah, regulator, operator kapal, hingga lembaga pendidikan,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Michael mengajak seluruh jajaran pengurus baru DPN PPAKPI periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Pence Krisyanto Pattiasina, untuk membangun ekosistem keselamatan pelayaran yang lebih profesional, mandiri, dan berlanjut. Ia juga menegaskan akan melaporkan dinamika sektor keselamatan maritim ini langsung kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, khususnya terkait arahan dan komposisi beliau dalam struktur Dewan Pembina PPAKPI guna memperkuat sinergi regulasi dan industri ke depan.
Sementara itu, hadir dari jajaran pusat lainnya, Capt. Indang Noerkajati. Hadir mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yakni Sadali Ie yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah.

















