Ketahanan Air Benteng Pangan Nasional, Kiprah Ditjen SDA di Bawah Arnold Ritiauw Banjir Dukungan

banner 468x60

Agenda pembangunan sumber daya air nasional menempatkan ketahanan pangan, pengelolaan air berkelanjutan, serta mitigasi bencana kekeringan dan banjir sebagai prioritas strategis. Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur air bukan sekadar fisik semata, melainkan fondasi utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan nasional.

banner 336x280

 

 

KomenNews.id // Jakarta – Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan, peran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum semakin vital.

 

Direktur Semeru Institute, Kadrian Hi. Muhlis, mengungkapkan bahwa keberadaan program pembangunan jaringan irigasi baru serta rehabilitasi irigasi eksisting menjadi jawaban tepat untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian.

 

Dukungan serupa juga datang dari Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Subhan. Ia menekankan pentingnya mengukur keberhasilan pembangunan SDA dari seberapa besar manfaat langsung yang dirasakan oleh warga di tingkat tapak, bukan hanya sekadar jumlah bendungan yang dibangun.

 

“Yang paling penting adalah manfaatnya. Air harus hadir untuk pertanian, untuk kebutuhan masyarakat, untuk mengurangi risiko banjir dan kekeringan, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tegas Subhan.

 

 

Mendorong Program Berbasis Masyarakat dan Wilayah Kepulauan

 

Selain pembangunan infrastruktur skala besar seperti bendungan, embung, dan kolam retensi dari hulu hingga hilir, program berbasis kemasyarakatan seperti Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terus dipacu. Program ini dinilai ampuh memberikan dampak ekonomi dan manfaat pengelolaan irigasi secara langsung hingga ke tingkat desa.

 

Sebagai putra daerah Maluku, Subhan secara khusus menyoroti tantangan pembangunan infrastruktur air di provinsi berciri kepulauan:

 

  • Tantangan Air Baku:  Ketersediaan tampungan air baku di pulau-pulau kecil.

 

  • Perlindungan Pesisir:  Pengendalian banjir dan penanganan erosi kawasan pesisir.

 

  • Pendekatan Spesifik:  Membutuhkan strategi pembangunan yang disesuaikan dengan karakteristik geografis pulau-pulau kecil.

 

Ia berharap kepemimpinan Dirjen SDA Arnold A.P. Ritiauw dapat mempercepat pembangunan infrastruktur air di wilayah kepulauan, khususnya Maluku, agar manfaat ketahanan air terdistribusi secara merata di seluruh pelosok Indonesia.

 

“Ketahanan pangan tidak mungkin dibangun tanpa ketahanan air. Karena itu, program-program Ditjen SDA perlu kita dukung agar pelaksanaannya semakin efektif, transparan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Air Terjaga, Pangan Terjamin, Masyarakat Sejahtera,” tutup Subhan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed