Kemenkop Mulai Pelatihan Nasional Manajer KDKMP, Sertifikasi BNSP Jadi Tahap Akhir

Berita, Ekonomi61 Dilihat
banner 468x60

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai pelatihan dan sertifikasi nasional bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) profesional yang akan menjadi motor penggerak ekonomi desa di seluruh Indonesia.

KomenNews.id||Cimahi -Pembukaan program dipusatkan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, Kamis (17/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

banner 336x280

Pelatihan tersebut merupakan tahapan kedua setelah para peserta menyelesaikan pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang difasilitasi oleh Kementerian Pertahanan.

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa program ini tidak sekadar bertujuan meningkatkan kemampuan teknis para peserta, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan pengelola koperasi yang mampu menjalankan amanat konstitusi.

“Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Ferry.

Tiga Tahapan Pembentukan Manajer KDKMP

Ferry menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pembentukan SDM KDKMP yang terdiri atas tiga tahapan, yakni pendidikan karakter dan bela negara, pelatihan kompetensi manajerial, serta sertifikasi kompetensi.

Melalui tahapan tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya manajer koperasi yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, serta profesionalisme tinggi dalam mengelola koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia,” tegasnya.

Menurut Ferry, keberhasilan operasional KDKMP sangat bergantung pada kualitas para manajer yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.

Ia mengingatkan peserta agar tetap fokus menghadapi berbagai tantangan dalam membangun ekonomi desa melalui koperasi.

Bekali Hard Skills dan Soft Skills

Selain materi mengenai tata kelola koperasi, manajemen keuangan, dan disiplin organisasi, para peserta juga memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan, komunikasi, kemampuan membangun kolaborasi, hingga penguatan karakter.

“Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Ferry.

Ia menambahkan, para manajer nantinya akan memegang peran strategis, mulai dari mengelola distribusi barang bersubsidi, menyediakan layanan keuangan mikro, hingga menjadi agregator bagi produk-produk UMKM lokal.

“Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang dipelajari selama pelatihan ini,” ujarnya.

Diikuti Puluhan Ribu Peserta

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjelaskan bahwa program ini diikuti puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, enam satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Pelatihan berlangsung selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, dengan total 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, kepemimpinan, pengembangan soft skills, serta pemanfaatan metode Talent DNA untuk memperkuat integritas dan kepemimpinan peserta.

Sebagai tahap akhir, seluruh peserta akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sementara itu, Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, menilai pengelolaan talenta terhadap sekitar 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi manajer KDKMP merupakan fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Menurut Ary, proses tersebut akan membantu para peserta mengenali potensi diri, memahami kekuatan pribadi, dan mengoptimalkan kemampuan mereka dalam mengelola koperasi di tingkat desa maupun kelurahan.

Program pelatihan nasional ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dikelola oleh SDM yang kompeten, profesional, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *