Istana Kepresidenan Jakarta mendadak riuh pada Jumat (2/10/2026). Sebuah momen yang tak disangka-sangka sekaligus menyedot perhatian publik nasional terjadi di balik pintu Istana: pengamat politik kawakan sekaligus akademisi kritis, Rocky Gerung, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
KomenNews.id // Jakarta – Pelantikan ini terbilang fenomenal mengingat rekam jejak Rocky yang selama ini dikenal sebagai sosok kritikus vokal terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Langkah Presiden Prabowo merangkul sang akademisi ke dalam lingkaran inti penasihat negara dinilai banyak pihak sebagai kejutan politik terbesar tahun ini.
Suasana Pelantikan yang Penuh Kejutan
Prosesi pelantikan 25 Wantimpres berlangsung khidmat namun dipenuhi riak kepenasaran media dan tamu undangan. Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang dibacakan, Rocky Gerung diambil sumpah jabatan bersama beberapa tokoh nasional lainnya untuk mengisi jajaran dewan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan strategis kepada Kepala Negara.
Saat melangkah ke podium untuk diambil sumpahnya, Rocky tampak tenang dengan setelan jas formal hitam lengkap dengan peci. Sikapnya yang tajam namun lugas tetap menyiratkan karakter khas yang melekat pada dirinya selama belasan tahun mewarnai panggung diskusi politik nasional.
Dari ‘Oposisi Pikiran’ Menuju Lingkaran Dalam Istana
Rocky Gerung kerap menegaskan posisinya sebagai pembela akall sehat dan pengkritik kekuasaan. Keputusannya menerima amanah sebagai anggota Wantimpres memicu gelombang diskusi hangat, baik di media sosial maupun kalangan politisi.
Sejumlah pengamat menilai masuknya Rocky ke dalam kabinet penasihat presiden memiliki beberapa implikasi penting:
-
Sinyal Keterbukaan Pemerintah: Presiden Prabowo menunjukkan sikap akomodatif terhadap kritik keras dengan memberikan ruang resmi bagi figur independen untuk memberi masukan langsung.
-
Transformasi Jalur Nasihat: Kritik yang selama ini dilontarkan Rocky melalui panggung debat publik dan kanal digital kini akan tersalurkan langsung dalam bentuk dokumen serta pertimbangan kebijakan strategis.
-
Dinamika Kebijakan Baru: Kehadiran pemikir kritis di Wantimpres diprediksi memberi warna baru pada analisis kebijakan eksekutif, terutama terkait isu demokrasi, hukum, dan kebebasan berpendapat.
Langkah Strategis Prabowo Merangkul Kritikus
Langkah Presiden Prabowo ini dipandang sebagai bagian dari strategi politik rekonsiliatif dan inklusif. Dengan menempatkan figur seperti Rocky Gerung di Wantimpres, pemerintah berupaya memastikan bahwa pengambilan keputusan strategis tidak hanya bersumber dari kelompok pendukung, tetapi juga memperhitungkan sudut pandang kritis dari luar sistem pemerintahan tradisional.
Usai acara pelantikan, Rocky Gerung menyempatkan diri menemui awak media di kompleks Istana. Dengan gaya bicaranya yang khas, ia menyampaikan bahwa perannya di Wantimpres adalah memastikan argumen dan penalaran logis tetap menjadi basis dalam perumusan kebijakan publik nasional.


















