LAMPUNG TIMUR — Jejak sejarah dan pemikiran Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kembali menjadi perhatian. Kediaman sekaligus Galeri Bung Karno di Lampung Timur mendapat kunjungan khusus dari pimpinan Forum Persaudaraan Iran-Indonesia yang datang untuk mengenang serta menggali nilai-nilai perjuangan dan pemikiran sang Proklamator.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat. Rangkaian kegiatan diisi dengan ziarah sejarah, diskusi kebangsaan, serta refleksi mengenai nasionalisme, persahabatan antarbangsa, dan perdamaian dunia.
Dalam kunjungan itu, delegasi Forum Persaudaraan Iran-Indonesia menyampaikan ketertarikannya terhadap gagasan besar Bung Karno yang memiliki pengaruh dalam sejarah dunia, khususnya Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non-Blok, serta prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Bagi delegasi, pemikiran Bung Karno mengenai kemerdekaan, kedaulatan bangsa, dan perdamaian dunia masih relevan untuk dipelajari serta menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Iran.
“Kami belajar banyak. Dari Lampung Timur, kami melihat bagaimana Indonesia merawat ingatan sejarahnya. Bung Karno mengajarkan kami bahwa nasionalisme sejati adalah untuk perdamaian dunia,” ungkap salah satu perwakilan Forum Persaudaraan Iran-Indonesia.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membuka peluang kolaborasi di bidang sejarah, kebudayaan, dan diplomasi masyarakat. Galeri Bung Karno di Lampung Timur dinilai memiliki potensi sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus tempat bertemunya berbagai gagasan tentang kebangsaan dan perdamaian.
Ayu Gemborowati Soekarno Putri, selaku pengelola Galeri Bung Karno sekaligus Ketua Bidang Sosial Budaya DPP Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI), menyambut baik kunjungan tersebut.
Ia berharap pertemuan antara pihak Galeri Bung Karno dan Forum Persaudaraan Iran-Indonesia dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan wisata sejarah dan diplomasi budaya.
“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka pintu kolaborasi yang lebih luas dalam bidang wisata sejarah dan diplomasi budaya antara Indonesia dan Iran,” ujar Ayu.
Menurutnya, warisan pemikiran Bung Karno tidak hanya penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda Indonesia, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ruang dialog antarbangsa.
Kehadiran Forum Persaudaraan Iran-Indonesia di Galeri Bung Karno pun menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai sejarah, nasionalisme, persahabatan antarbangsa, dan semangat perdamaian dunia yang pernah diperjuangkan Bung Karno.
Dari Lampung Timur, jejak sejarah tersebut kembali menemukan ruang dialog lintas negara—menunjukkan bahwa gagasan tentang kemerdekaan, kedaulatan, persahabatan, dan perdamaian masih menjadi bagian penting dalam percakapan antarbangsa.
(TR)














