Aliansi Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Maluku secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Bapak Sudaryono. Aliansi menilai Program MBG merupakan investasi strategis jangka panjang demi menyiapkan Generasi Emas Indonesia, khususnya bagi wilayah timur Indonesia.
KomenNews.id // Jakarta – Koordinator Aliansi Program MBG Maluku, Costansius Kolatfeka, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen BGN menata kelola dapur gizi dan memprioritaskan wilayah berstatus stunting tinggi. Pihaknya pun mendorong agar Petunjuk Teknis (Juknis) khusus wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dapat segera terealisasi demi percepatan program di daerah kepulauan.
“Kami masyarakat di wilayah timur Indonesia, secara khusus Maluku, sangat mengapresiasi Program MBG sebagai investasi masa depan Generasi Emas. Kami telah membulatkan sikap untuk mendukung penuh Kepala Badan Gizi Nasional, Bapak Sudaryono, serta berharap Juknis 3T dapat segera direalisasikan demi percepatan Program MBG di Maluku dan wilayah prioritas lainnya,” ujar Kostansius dalam keterangannya, kepada media ini, Selasa (25/8/2026).
Langkah BGN memprioritaskan penataan dapur MBG dinilai sangat krusial untuk memberantas angka stunting di 11 kabupaten/kota se-Maluku. Kehadiran Juknis 3T diharapkan dapat memberikan kepastian tata kelola yang fleksibel dan tepat sasaran sesuai tantangan geografis wilayah kepulauan.
Poin Utama Pernyataan Aliansi MBG Maluku
- Investasi Masa Depan: Menilai Program MBG sebagai fondasi utama mencetak Generasi Emas dari kawasan timur Indonesia.
- Komitmen Pengawalan: Membulatkan sikap berada bersama Kepala BGN Bapak Sudaryono dalam menata tata kelola dapur gizi yang terstruktur.
- Harapan Juknis 3T: Mendorong penetapan petunjuk teknis khusus 3T agar percepatan intervensi stunting di 11 kabupaten/kota se-Maluku berjalan optimal.
















