Lembaga Maluku Knowledge Exchange (MAKE) memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat menegur jajarannya di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA). Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan narasi dan teks dalam video yang dinilai tidak akurat serta memicu salah paham publik, khususnya di Maluku.
KomenNews.id // Jakarta – Kepada media ini, Selasa (29/9/2026) CEO MAKE, Theofransus Litaay, mengungkapkan bahwa tuduhan yang menyebut Menteri PU menegur langsung Dirjen SDA, Mayjen TNI (Purn) Arnold Ritiauw, dengan kata-kata kasar adalah tidak tepat secara faktual.
Klarifikasi Fakta dan Kronologi
Berdasarkan hasil konfirmasi, komunikasi yang dilakukan oleh Menteri PU Dody Hanggodo pada saat kejadian terbagi dalam dua sesi terpisah, yaitu bersama Dirjen SDA dan bersama Kepala Balai.
“Penggunaan kata teguran keras tersebut terjadi saat Menteri berbicara dengan Kepala Balai, bukan kepada Dirjen SDA Arnold Ritiauw,” tegas Theofransus Litaay dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Saat peristiwa tersebut berlangsung, Dirjen SDA Arnold Ritiauw justru tidak berada di lokasi rapat/telepon tersebut karena sedang menjalankan tugas krusial di lapangan.
“Pada waktu yang sama, Dirjen SDA Arnold Ritiauw sedang berada di lapangan untuk memimpin langsung perbaikan jaringan irigasi guna menyelamatkan 3.000 hektar sawah yang terdampak kekeringan di Indramayu,” tambah Theofransus.
Poin Utama Klarifikasi MAKE:
-
Narasi Video Keliru: Teks yang mencantumkan nama Dirjen SDA Arnold Ritiauw sebagai pihak yang ditegur keras tidak sesuai dengan realita.
-
Teguran Ditujukan ke Kepala Balai: Kata teguran keras dilontarkan saat Menteri PU berkomunikasi dengan Kepala Balai.
-
Dirjen SDA Sedang Bertugas: Arnold Ritiauw saat itu sedang menangani krisis irigasi pertanian di Indramayu.
Dengan adanya klarifikasi ini, MAKE berharap masyarakat dan media massa dapat menyikapi informasi yang beredar secara lebih objektif dan tidak terprovokasi oleh narasi video yang terpotong atau tidak akurat.

















