Deadline Menghantam, Pikiran Tak Berhenti: Webinar Al-Wakīl Ajak Penulis dan Jurnalis Lawan Overthinking

Berita, Daerah, Nasional13 Dilihat
banner 468x60

 Deadline mengejar, ide buntu, naskah belum selesai, tulisan ditolak editor, hingga berita harus segera tayang. Tekanan semacam ini kerap membuat penulis dan jurnalis mengalami overthinking, bahkan hingga sulit beristirahat.

 

banner 336x280

 

KomenNews.id // Jakarta – Berangkat dari persoalan tersebut, Komunitas Penulis dan Jurnalis menggelar Webinar Refleksi Asmaul Husna bertema “Pikiran Tak Mau Berhenti? Meredakan Cemas bersama Al-Wakīl” pada Rabu, 16 September 2026.

 

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para penulis dan jurnalis untuk memahami bagaimana menghadapi kecemasan, tekanan pekerjaan, serta pikiran yang terus berputar ketika menghadapi tuntutan dunia tulis-menulis dan pemberitaan.

 

Bagi penulis dan jurnalis, pikiran merupakan “mesin” utama dalam menghasilkan karya. Namun, ketika tekanan semakin menumpuk, mesin tersebut bisa mengalami “overheat”.

 

Kecemasan karena belum menemukan narasumber, naskah belum rampung, traffic menurun, tulisan tidak mendapat respons pembaca, hingga kekhawatiran apakah karya akan diterima editor dapat membuat pikiran terus bekerja tanpa henti.

 

Padahal, dalam menjalankan aktivitas menulis maupun jurnalistik, manusia hanya dapat melakukan ikhtiar sebaik mungkin. Sementara hasil akhirnya tidak selalu berada dalam kendali manusia.

 

Melalui refleksi terhadap Al-Wakīl — Sang Maha Penjamin, peserta akan diajak memahami makna menyerahkan hasil dari setiap ikhtiar kepada Allah dengan lebih tenang.

 

Tawakal bukan berarti berhenti berusaha. Justru, seseorang tetap dituntut melakukan usaha secara maksimal, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah tanpa terus-menerus mencemaskan sesuatu yang berada di luar kendalinya.

 

Webinar tersebut menghadirkan Chichi Sukardjo, M.Psi, penulis sekaligus konselor psikologi Islam, sebagai pemateri.

 

Selama 90 menit, peserta akan mendapatkan pembahasan yang dekat dengan persoalan sehari-hari para insan yang bergelut di dunia kata.

 

Pertama, peserta akan diajak memaknai Al-Wakīl bagi penulis, termasuk bagaimana membangun sikap ikhtiar maksimal dan tawakal total, mulai dari proses riset hingga mengirimkan naskah.

 

Kedua, peserta akan mendapatkan teknik praktis menghadapi overthinking dan writer’s block melalui pendekatan Islam dan psikologi.

 

Ketiga, peserta akan diajak memahami amalan dan doa untuk menenangkan hati, menjaga niat, serta membangun keyakinan agar aktivitas menulis dan berkarya tetap memiliki nilai keberkahan.

 

“Menulis itu ibadah. Memberitakan kebenaran itu amanah. Agar tetap istiqamah, hati kita harus dijaga dulu,” ujar panitia.

 

Webinar ini terbuka untuk umum, khususnya blogger, penulis buku, content writer, reporter, editor, jurnalis, serta siapa saja yang berkecimpung dalam dunia tulis-menulis dan informasi.

 

Kegiatan akan berlangsung secara live interaktif melalui Zoom pada:

 

Hari/Tanggal: Rabu, 16 September 2026

Waktu: 19.30–21.00 WIB

Media: Zoom

Investasi: Rp50.000

 

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dapat melakukan pendaftaran melalui WhatsApp di nomor 0813-8012-8597.

 

Panitia menyebut kuota peserta terbatas. Webinar ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para penulis dan jurnalis untuk sejenak mengistirahatkan pikiran, memperkuat hati, dan kembali berkarya dengan semangat serta niat yang lebih baik.

 

Sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Talaq ayat 3:

 

“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”

 

Pesan yang ingin dibawa dalam kegiatan tersebut sederhana: tetap berusaha sebaik mungkin, tetapi jangan biarkan hasil yang berada di luar kendali membuat pikiran kehilangan ketenangan.

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *