Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menjadi momentum hangat untuk mengenang kembali jasa para tokoh pendiri daerah. Ketua Lembaga Geba Buru, Sami Latbual, menyampaikan aspirasi agar pemerintah daerah berkenan mengabadikan nama empat pejuang pemekaran yang gugur dalam tragedi kecelakaan laut semasa memperjuangkan berdirinya Bursel.
KomenNews.id // Namrole – Keempat putra terbaik Buru Selatan yang gugur saat menumpangi perahu bermesin (Jonson) dalam agenda perjuangan tersebut adalah Bapak John Lesnussa, Bapak Ulis Lesnussa, Bapak Ismail Solissa, dan Bapak Jumadi (pengemudi perahu).
Sami Latbual menyampaikan bahwa berdirinya Kabupaten Buru Selatan merupakan buah dari perjuangan panjang, pengorbanan, dan dedikasi mendalam para pendahulu.
“Beliau-beliau adalah tokoh yang mengarungi lautan dan mendedikasikan waktu serta jiwa bagi lahirnya Buru Selatan. Melalui momentum perayaan ini, mari sejenak kita merenung dan memberikan penghormatan terbaik bagi mereka,” tutur Sami Latbual dalam catatan refleksinya, Selasa (21/7).
Mengabadikan Jasa Pejuang Pemekaran
Sami berharap apresiasi kepada para pejuang tidak hanya berhenti pada pembacaan riwayat singkat saat upacara tahunan, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk memorabilia yang senantiasa diingat masyarakat.
Ia mengusulkan dengan penuh harapan agar Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dapat mempertimbangkan penamaan fasilitas publik menggunakan nama para almarhum.
- Nama Jalan
- Gedung Pemerintahan atau Ruang Pertemuan
- Fasilitas Pendidikan dan Ruang Publik Lainnya
“Harapan kami sederhana, agar generasi penerus yang melintas atau beraktivitas di tempat-tempat tersebut selalu ingat akan fondasi sejarah daerahnya. Saat anak cucu kita bertanya, kita dapat menceritakan dengan bangga bahwa mereka adalah sosok yang melapangkan jalan bagi hadirnya Buru Selatan hari ini,” ungkapnya santun.
Menutup refleksinya, Sami mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus bergandengan tangan melanjutkan pembangunan Buru Selatan, sembari merawat ingatan atas jasa-jasa para pahlawan pemekaran.














