Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, secara resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) VI Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
KomenNews.id // Jakarta – Dalam sambutannya, Uus Kuswanto menegaskan pentingnya keberadaan organisasi berbasis budaya seperti FORKABI dalam menjaga identitas dan nilai-nilai kearifan lokal Betawi di tengah pesatnya perkembangan dan modernisasi Kota Jakarta.
Menurutnya, budaya Betawi saat ini memiliki posisi yang semakin kuat setelah mendapat pengakuan secara resmi melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menetapkan budaya Betawi sebagai budaya inti Jakarta.
“Penguatan budaya Betawi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan organisasi kemasyarakatan yang dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Uus di hadapan peserta Mubes.
Sementara itu, Ketua Umum FORKABI, Abdul Ghoni, menyampaikan bahwa FORKABI akan terus memperluas jaringan organisasi hingga ke wilayah penyangga Jakarta. Langkah tersebut dilakukan agar kontribusi masyarakat Betawi dapat semakin dirasakan dalam berbagai sektor pembangunan, baik sosial, budaya, maupun ekonomi.
“FORKABI berkomitmen untuk terus memperkuat peran masyarakat Betawi serta memperluas jangkauan organisasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” kata Abdul Ghoni.
Berdasarkan pantauan media di lokasi kegiatan, Mubes VI FORKABI mendapat dukungan besar dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi kemasyarakatan, institusi pemerintah, hingga pihak swasta. Dukungan tersebut terlihat dari banyaknya karangan bunga yang menghiasi area acara sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mubes.
Salah satu karangan bunga yang menarik perhatian datang dari Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Pasar Jaya yang turut memberikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Mubes VI FORKABI.
Pelaksanaan Mubes VI FORKABI diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas organisasi sekaligus memperkokoh peran masyarakat Betawi dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta di masa depan.














