Tujuh Remaja Jakarta Timur Ikuti Pendidikan Bela Negara di PMPP TNI Sentul

TNI & Polri58 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA TIMUR – Sebanyak tujuh remaja dari wilayah Jakarta Timur yang terlibat dalam aksi kerusuhan diserahkan untuk mengikuti program pendidikan Bela Negara di Stand By Force TNI Sentul atau Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor.

Penyerahan para peserta dilaksanakan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Jumat (4/9/2026), dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta keluarga dan orang tua para peserta.

banner 336x280

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan terhadap remaja agar memiliki disiplin, kesadaran, serta semangat kebangsaan yang lebih baik.

Dalam kegiatan penyerahan tersebut hadir Pasiter Kodim 0505 Kapten Inf Sukir, Kanit Intelkam Polsek Cakung AKP Wahyu W., S.H., Panit Intelkam Polsek Cakung IPTU Sukoco, unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta perwakilan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.

Sebelum diberangkatkan, para peserta terlebih dahulu dikumpulkan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur dan mendapatkan arahan dari Pasiter Kodim 0505 Kapten Inf Sukir.

Selanjutnya, ketujuh peserta diberangkatkan menuju Dinas Pendidikan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, untuk bergabung dengan peserta lain dari wilayah DKI Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju PMPP TNI Sentul, Bogor.

Program pendidikan Bela Negara dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 5 hingga 14 September 2026. Selama mengikuti kegiatan, para peserta akan menjalani pembinaan dengan mengenakan seragam Komponen Cadangan (KKRI).

“Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan agar para remaja dapat lebih disiplin, memiliki semangat kebangsaan, serta tidak kembali terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar salah satu petugas dalam kegiatan tersebut.

Melalui program pendidikan Bela Negara ini, diharapkan para peserta memperoleh pembinaan positif serta membangun kesadaran untuk menjadi generasi muda yang lebih bertanggung jawab.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, serta dukungan keluarga diharapkan dapat terus memperkuat upaya pembinaan dan pencegahan keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *