Kepemimpinan dan komitmen pengabdian Drs. H. Muhamad Thaher Hanubun kembali mendapat kepercayaan di tingkat nasional. Tokoh pembangunan daerah tersebut resmi dipercaya masuk ke dalam jajaran Unsur Pengarah Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) Periode 2025–2030.
KomenNews.id //Jakarta – Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPN IARMI Nomor: Skep/06/DPN-IARMI/III/2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPN IARMI, Prof. Dr. H. Bahrullah Akbar, M.B.A., dan Sekretaris Jenderal Ir. H. A. Riza Patria, M.B.A.
Masuknya Muhamad Thaher Hanubun dalam struktur penasihat DPN IARMI menjadi bukti nyata atas dedikasi dan rekam jejak kepemimpinannya yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan penguatan persatuan. Dalam susunan pengurus tersebut, Bupati aktif kabupaten Maluku Tenggara ini, bersanding dengan sejumlah tokoh nasional terkemuka seperti Prof. Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Maruarar Sirait, S.I.P., hingga H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A.
Agenda pengukuhan ini dilaksanakan bersamaan dengan acara Pelantikan Pengurus DPN IARMI Periode 2025–2030 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IARMI Tahun 2026 di IPDN Kampus Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/9/2026).
Arahan Kemendagri: Refleksi dan Makna Bela Negara Masa Kini
Dalam kesempatan tersebut, arahan dari Menteri Dalam Negeri RI Jenderal Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus.
Dalam paparannya, Kemendagri menegaskan bahwa bela negara di era modern tidak lagi sebatas perjuangan fisik, melainkan aksi nyata seluruh elemen masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesuai dengan kerangka kebijakan nasional (UUD NRI 1945, Asta Cita, RPJMN 2025–2029, dan UU No. 23 Tahun 2019), bela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga negara. Makna bela negara hari ini terwujud nyata dalam pengabdian para guru di daerah terpencil, bidan desa yang siaga melayani, ASN yang bekerja jujur dan berintegritas, hingga generasi muda yang aktif melawan hoaks serta menjaga persatuan,” tegas pesan Kemendagri.
Kemendagri juga memaparkan 5 Nilai Dasar Bela Negara yang wajib dipegang teguh oleh seluruh kader IARMI:
-
Cinta Tanah Air — Menjaga dan melestarikan lingkungan, menggunakan produk dalam negeri, serta menjaga nama baik bangsa.
-
Sadar Berbangsa dan Bernegara — Disiplin, menghargai keberagaman, dan hidup rukun bergandengan tangan.
-
Setia pada Pancasila — Mengamalkan nilai-nilai Pancasila, mengutamakan musyawarah, dan menghormati HAM.
-
Rela Berkorban — Mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi/golongan.
-
Kemampuan Awal Bela Negara — Sehat jasmani-rohani, berintegritas, serta peka terhadap ancaman di lingkungan sekitar.
Harapan Besar untuk Resimen Mahasiswa (Menwa)
Pemerintah secara khusus menaruh harapan besar kepada Resimen Mahasiswa dan alumni IARMI sebagai salah satu kekuatan bangsa. Alumni Menwa diharapkan mampu:
-
Menjadi role model dan contoh sikap bela negara di lingkungan kampus maupun masyarakat.
-
Bekerja sama aktif dengan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan kerukunan.
-
Aktif melawan penyebaran berita hoaks dan menyebarkan informasi yang benar.
-
Terus hadir terdepan dalam penanganan bencana dan kegiatan kemanusiaan.
-
Memperkuat jaringan komunikasi Menwa dan alumni di seluruh pelosok daerah.
Bergabungnya Drs. H. Muhamad Thaher Hanubun dalam jajaran Dewan Penasihat diharapkan dapat makin memperkuat peran strategis DPN IARMI sebagai garda terdepan penanaman nilai-nilai kebangsaan dan pengabdian bagi Indonesia.
















