Taman Safari Prigen Perkenalkan Empat Anak Harimau Sumatra, Perkuat Upaya Konservasi Spesies Terancam Punah

banner 468x60

Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Jawa Timur, memperkenalkan empat anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang lahir pada 23 Maret 2026. Kelahiran tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi upaya konservasi satwa langka yang saat ini berstatus terancam punah.

KomenNews.Id||Pasuruan – Empat anak harimau tersebut terdiri atas tiga jantan dan satu betina, hasil pasangan indukan pejantan bernama Praja dan betina bernama Dini.

banner 336x280

Vice President of Life Sciences Taman Safari Indonesia, drh. Bongot Huaso Mulia, mengatakan kelahiran ini merupakan momen istimewa karena menjadi kelahiran kedua bagi Dini. Sebelumnya, indukan tersebut juga berhasil melahirkan dua anak harimau sumatra bernama Isyana dan Aura pada 4 Mei 2021.

“Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting dalam program konservasi harimau sumatra yang kami jalankan,” ujar Bongot di Pasuruan, Rabu (3/6/2026).

Menurut Bongot, pengembangbiakan harimau sumatra bukanlah hal yang mudah. Spesies endemik Indonesia itu dikenal memiliki tingkat selektivitas yang tinggi dalam proses reproduksi. Selain itu, terdapat berbagai risiko yang harus dihadapi, mulai dari cedera, trauma, hingga kematian saat proses penggabungan pasangan.

Tantangan lain yang tidak kalah besar adalah menjaga keberlangsungan hidup anak harimau sejak lahir hingga tumbuh dewasa. Karena itu, keberhasilan kelahiran empat anak harimau dalam satu kali persalinan dinilai sebagai pencapaian yang luar biasa.

“Jumlah ini berada di atas rata-rata. Umumnya harimau sumatra melahirkan dua anak dalam satu kali kelahiran,” jelasnya.

Bongot menuturkan, keberhasilan program pengembangbiakan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari perawat satwa yang mampu mengenali masa subur indukan betina, pemantauan proses perkawinan, dukungan tim dokter hewan, hingga penyediaan kandang persalinan yang aman dan nyaman.

Sebagai bagian dari komitmen pelestarian satwa liar, Taman Safari Indonesia terus mengembangkan program konservasi harimau sumatra. Pihaknya bahkan menargetkan setidaknya satu kelahiran harimau sumatra setiap tahun guna membantu menjaga keberlanjutan populasi spesies tersebut.

“Kami terus meningkatkan program pengembangbiakan harimau sumatra dan menargetkan minimal satu kelahiran setiap tahun untuk mendukung pelestarian populasi satwa ini,” kata Bongot.

Saat ini, Taman Safari Indonesia memiliki 24 ekor harimau sumatra yang seluruhnya dipelihara untuk tujuan konservasi. Bongot menegaskan bahwa keberadaan satwa tersebut bukan untuk kepentingan komersial, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian salah satu satwa kebanggaan Indonesia yang populasinya terus menghadapi ancaman di habitat alaminya.

“Seluruh harimau sumatra yang kami pelihara murni untuk tujuan konservasi dan mendukung peningkatan populasi spesies yang terancam punah,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed