Sukses Jinakkan Inflasi, Maluku Tenggara dan Kota Tual Diganjar Bonus Rp 1 Miliar dari Mendagri

banner 468x60

 Prestasi gemilang ditorehkan oleh dua daerah di Provinsi Maluku. Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual sukses menyabet penghargaan bergengsi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, atas keberhasilan mereka dalam mengendalikan inflasi daerah sepanjang tahun ini.

banner 336x280

KomenNews.id // Lombok, NTB – Apresiasi tersebut diserahkan langsung pada momen Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa malam (19/05/2026).

Menariknya, penghargaan ini tidak sekadar menjadi pajangan di dinding. Kemendagri ikut menggelontorkan dana segar berupa anggaran stimulan atau insentif fiskal senilai Rp 1 Miliar untuk masing-masing daerah. Dana bonus ini diberikan sebagai suntikan energi agar kedua pemda semakin agresif memacu pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Masuk Top 3 Nasional, Bukti Kerja Keras TPID

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Maluku Tenggara mengukuhkan posisinya dengan menyabet predikat Daerah Berprestasi Terbaik III. Penghargaan ini diterima langsung oleh Thaher Hanubun, Bupati Maluku Tenggara dan Yani Renuat Wali Kota Tual dengan penuh haru.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Menteri beserta jajaran atas apresiasi ini. Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan solidnya sinergi semua pihak, khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kekompakan inilah yang menjaga daya beli masyarakat tetap stabil,” ujar Bupati kepada media ini.

Apresiasi yang sama juga diberikan kepada Pemerintah Kota Tual yang dinilai konsisten dan sukses menjaga stabilitas harga pangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menkeu dan Mendagri Dorong Iklim Kompetisi Antar-Daerah

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa insentif fiskal ini tidak dibagikan secara cuma-cuma. Ada indikator makro ekonomi ketat yang menjadi barometer penilaian.

“Apresiasi dan insentif langsung ini diberikan berdasarkan keberhasilan pemda dalam empat indikator utama, yaitu pengendalian inflasi, penurunan angka pengangguran, penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting, serta peningkatan kapasitas fiskal daerah,” ujar Tito dalam arahannya.

Mendagri menambahkan, skema “bonus anggaran” ini sengaja didesain untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat antar-kepala daerah di Indonesia. Daerah yang inovatif dan becus mengelola ekonomi akan diganjar insentif, sementara yang performanya memburuk akan dievaluasi.

Selain itu, demi menjaga stabilitas ekonomi mikro, Mendagri juga menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (TPKS) guna memastikan iklim investasi dan ketertiban umum tetap kondusif.

Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet, para Gubernur, Ketua DPRD, serta deretan Bupati dan Wali Kota dari wilayah Nusa Tenggara, Maluku, hingga Maluku Utara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *