Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) resmi menyepakati sejumlah keputusan strategis terkait tata kelola dan langkah optimalisasi aset perseroan.

KomenNews.id // Jakarta – RUPS yang dihadiri 100% pemegang saham dari 24 wilayah—termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Direktur Utama Bank DKI, serta seluruh Kepala Daerah se-Kabupaten/Kota Maluku dan Maluku Utara dengan komitmen penguatan kinerja bank.
Salah satu poin utama yang disepakati adalah persetujuan pelepasan/penjualan aset milik Bank Maluku Malut yang berada di Kota Surabaya. Langkah optimalisasi ini akan dilakukan secara akuntabel dan transparan melalui penilaian Appraisal resmi.
Pantauan media ini, diketahui, RUPS menyetujui rencana penjualan aset di Surabaya dengan ketentuan wajib terlebih dahulu dilakukan penilaian oleh 2 (dua) Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen serta tetap memperhatikan seluruh koridor dan aspek hukum yang berlaku.
Reposisi Jajaran Pengurus Perkuat Tata Kelola
Selain restrukturisasi aset, RUPS juga menyetujui reposisi jajaran pengurus—baik di jajaran Dewan Komisaris maupun Direksi—guna memacu efisiensi operasional dan memperkuat pengawasan perseroan.
Berikut perubahan serta penyegaran struktur jajaran pengurus Bank Maluku Malut:
- Komisaris Utama Independen: Mengangkat Bapak Ichwan, yang akan efektif menjabat setelah memperoleh persetujuan Fit and Proper Test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Komisaris Independen: Mengangkat Bapak Faizal Kilian, resmi berlaku efektif sejak ditutupnya pelaksanaan RUPS.
- Direktur Keuangan: Mengangkat Bapak Zulfikryshah, resmi berlaku efektif sejak ditutupnya pelaksanaan RUPS.
- Direktur Kepatuhan: Sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Bpk. Abidin, RUPS sepakat mencalonkan Bapak Xaverius Robert Ondang untuk mengikuti Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) di OJK. Jabatan ini akan efektif setelah persetujuan OJK terbit dan masa jabatan Bapak Abidin resmi berakhir.
Kehadiran seluruh pemegang saham secara utuh (100% kehadiran) mencerminkan dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap arah transformasi Bank Maluku Malut untuk terus tumbuh sehat, akuntabel, dan menjadi pendorong utama perekonomian di wilayah Maluku dan Maluku Utara.















