Ribuan pasang mata saksi hidup fanatisme sepak bola larut dalam kegembiraan saat Lapangan Merdeka Ambon berubah menjadi lautan oranye pada Minggu (21/6/2026) subuh WIT. Euforia ini dipicu oleh kemenangan telak Tim Nasional Belanda dengan skor 5-1 atas Swedia pada laga lanjutan Grup F Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Houston.
KomenNews.id // Ambon – Suasana nonton bareng (nobar) akbar yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon ini terasa semakin istimewa dan bersejarah berkat kehadiran langsung Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Mr. Marc Gerritsen, yang didampingi oleh sang istri.
Masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon, yang dikenal memiliki ikatan emosional kuat serta basis pendukung fanatik De Oranje, memadati jantung kota sejak Sabtu malam. Menggunakan atribut jersey, syal, hingga mengibarkan bendera raksasa, mereka memberikan dukungan total layaknya atmosfer di stadion sesungguhnya.
Pesta Gol Oranje di Lapangan Merdeka
Sorak-sorai massa pecah sejak dini hari ketika laga baru berjalan lima menit. Bomber Belanda, Brian Brobbey, langsung membuka keran gol dan menggandakannya pada menit ke-17. Dominasi tim asuhan Ronald Koeman semakin tak terbendung di babak kedua lewat dua gol Cody Gakpo (menit 47 dan 54) serta gol penutup dari Crysencio Summerville di menit ke-89. Swedia hanya mampu membalas satu gol melalui Anthony Elanga pada menit ke-59.
Dubes Belanda, Marc Gerritsen, tampak menikmati jalannya pertandingan dan berbaur akrab dengan ribuan suporter setianya di Ambon. Kemenangan besar ini membawa Belanda memuncaki klasemen sementara Grup F dengan torehan empat poin.
Apresiasi Wali Kota Ambon dan Penguatan Kohesi Sosial
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena yang hadir langsung menemani Dubes Belanda menyatakan rasa bangga dan apresiasinya terhadap ketertiban warga. Dalam keterangannya pasca-pertandingan, Wali Kota menegaskan bahwa momentum olahraga seperti ini memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar urusan menang atau kalah di atas rumput hijau.
“Kehadiran Bapak Duta Besar beserta istri subuh ini merupakan bentuk kehormatan luar biasa sekaligus pengakuan atas besarnya cinta masyarakat Ambon terhadap sepak bola Belanda. Namun, yang paling membuat saya bangga adalah bagaimana warga kota ini menjaga nama baik daerah,” ujar Wali Kota, Minggu subuh (21/06/2026), usai nobar.
Lebih lanjut, Wali Kota mengaitkan atmosfer nobar subuh tadi dengan situasi dan kondisi (sikon) perkembangan Kota Ambon saat ini. Menurutnya, kerukunan serta kedamaian yang tercipta sepanjang acara adalah cerminan nyata dari kuatnya semangat Orang Basudara (persaudaraan) yang kini terus bertumbuh positif di Ambon.
“Saat ini Kota Ambon sedang giat-giatnya membangun, menggenjot sektor pariwisata, meningkatkan investasi ekonomi, hingga mengatasi tantangan urbanisasi menuju konsep Smart City. Modal utama dari semua kemajuan itu adalah stabilitas keamanan dan kedamaian. Melalui nobar ini, masyarakat menunjukkan kepada perwakilan dunia internasional secara langsung bahwa Ambon adalah kota yang aman, inklusif, toleran, dan penuh sukacita,” tambah Wali Kota.
Citra Positif Ambon City of Peace
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela menyebutkan, kegiatan nobar inklusif ini sukses menjadi ruang hiburan publik yang mampu mempererat kohesi sosial antarkomunitas.
“Kunjungan diplomatik yang dikemas lewat pesta olahraga ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan manis bagi Dubes Marc Gerritsen dan sang istri, melainkan juga mampu memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang strategis ke depan, mulai dari kebudayaan hingga pengelolaan tata kota berkelanjutan,” harap Tamaela.
Pantauan media ini, hingga fajar menyingsing di ufuk timur, ribuan warga mengadakan pawai dan membubarkan diri dari Lapangan Merdeka dengan tertib dan damai. Suksesnya gelaran subuh ini menegaskan identitas Ambon di kancah nasional maupun global sebagai kota damai yang menjunjung tinggi sportivitas dan nilai persaudaraan sejati.



















