Rupiah Cetak Rekor Terlemah di Rp17.921 per Dolar AS, IHSG Terjun ke Bawah 6.000

banner 468x60

Tekanan terhadap pasar keuangan domestik semakin dalam pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Nilai tukar rupiah kembali melemah dan mencetak level terendah sepanjang sejarah, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga menembus level psikologis 6.000.

KomenNews.Id||Jakarta – Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 10.45 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.921 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 82 poin atau 0,46 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

banner 336x280

Pelemahan tersebut memperpanjang tren tekanan yang dialami mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir dan menandai level terendah yang pernah dicapai rupiah terhadap dolar AS.

Tidak hanya pasar valuta asing, tekanan juga terjadi di pasar saham. Berdasarkan data RTI Business, IHSG merosot 238,5 poin atau 3,85 persen ke level 5.956.

Koreksi tajam tersebut membuat indeks acuan Bursa Efek Indonesia kembali terperosok ke bawah level 6.000, yang selama ini menjadi salah satu batas psikologis penting bagi pelaku pasar.

Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup tinggi di tengah aksi jual yang mendominasi pasar. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,9 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 18 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,3 juta kali.

Tekanan jual terjadi hampir merata di seluruh sektor. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 649 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 70 saham yang berhasil menguat dan 92 saham bergerak tidak berubah.

Dominasi saham yang terkoreksi menunjukkan sentimen negatif yang kuat di kalangan investor pada perdagangan hari ini.

Pelemahan rupiah yang terjadi bersamaan dengan anjloknya IHSG mencerminkan besarnya tekanan yang tengah dihadapi pasar keuangan nasional. Kondisi tersebut juga mengindikasikan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset-aset domestik di tengah ketidakpastian yang memengaruhi pergerakan pasar.

Pelaku pasar kini mencermati respons otoritas keuangan dan perkembangan sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah maupun pasar saham dalam beberapa waktu ke depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *