Rapat Optimalisasi Lahan Sawah Kategori Berat di Paninggahan, Warga Harap Sawah Kembali Produktif

banner 468x60

Rabu sore, 29 April 2026, masyarakat Nagari Paninggahan menggelar rapat terkait optimalisasi lahan sawah kategori berat. Kegiatan tersebut berlangsung di Mushala Sahara, Lapau Kasik, Jorong Subarang, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

 

banner 336x280

KomenNews.id // Solok,Sumatra Barat – Rapat ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari Paninggahan Jasman, S.Ag, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Sekretaris Pribadi Wakil Bupati, Boni Falcio, kelompok tani, angku datuk ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga pemilik sawah yang terdampak.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah strategis penanganan sawah kategori berat yang mengalami kerusakan cukup parah. Pj Wali Nagari Paninggahan, Jasman, S.Ag, menjelaskan bahwa lahan sawah yang masuk kategori berat tetap akan difungsikan kembali sebagai sawah produktif.

“Untuk sawah kategori berat, tetap akan kita jadikan sawah kembali. Jika kondisi tanah tidak memungkinkan, maka akan dilakukan penambahan atau mendatangkan tanah baru. Selain itu, akan dilakukan pendataan ulang terkait nama pemilik, luas, dan batas lahan agar lebih jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KAN menekankan pentingnya kejelasan data kepemilikan lahan, khususnya bagi sawah dengan sistem bapagang (pengelolaan bersama). Menurutnya, perbaikan sawah harus melalui kesepakatan seluruh pemilik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Di sisi lain, masyarakat menyampaikan harapan besar agar sawah kategori berat dapat segera dipulihkan. Mereka menilai sawah merupakan sumber utama penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Selain pembahasan lahan sawah, dalam rapat tersebut juga disampaikan rencana penanganan aliran Batang Air Paninggahan oleh Boni Falcio selaku Tenaga Ahli (TA) dari anggota DPR RI, Zigo Rolanda. Ia mengungkapkan adanya rencana pembangunan banjir kanal sebagai langkah mitigasi bencana.

“Direncanakan pembangunan banjir kanal mulai dari Muaro Jaya hingga Banda Pauh. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir bandang di masa depan yang dapat merusak lahan pertanian, sawah, serta permukiman masyarakat,” jelasnya.

Rapat berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan diakhiri dengan komitmen bersama antara pemerintah nagari, tokoh adat, dan masyarakat untuk terus berkoordinasi dalam upaya pemulihan serta peningkatan produktivitas lahan sawah di Nagari Paninggahan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *