Komitmen PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field dalam membangun ekonomi masyarakat yang inklusif kembali mendapat panggung nasional. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan memperkenalkan Batik Kalimantan Utara karya Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) pada rangkaian kegiatan Road to Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat lalu.
KomenNews.Id||Makasar -Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu melahirkan produk unggulan daerah yang memiliki kualitas, nilai budaya, sekaligus daya saing untuk menembus pasar nasional.
Kubedistik merupakan kelompok usaha penyandang disabilitas asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang sejak 2019 menjadi mitra binaan CSR PEP Tarakan Field. Selama pendampingan berlangsung, kelompok ini berhasil mengembangkan batik bermotif khas Kalimantan Utara dengan proses produksi yang semakin ramah lingkungan serta bernilai ekonomi tinggi.
Forum nasional bertema “Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas” itu diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bersama Dekranas.
Dalam kegiatan tersebut, Batik Kubedistik dipamerkan di hadapan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas Sri Suparni Bahlil, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Metty Herindra, jajaran pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan di sektor energi.
Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, mengatakan keikutsertaan Kubedistik di forum nasional merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan program pemberdayaan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat. Melalui forum nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya masyarakat binaan memiliki kualitas, nilai budaya, dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Elis, perusahaan berharap eksistensi Batik Kubedistik semakin dikenal masyarakat luas sehingga membuka peluang kerja sama, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas yang tergabung dalam kelompok tersebut.
Selain mengikuti pameran, anggota Kubedistik juga memperoleh kesempatan mengikuti coaching clinic dan seminar bersama praktisi industri kreatif nasional. Program peningkatan kapasitas tersebut menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat strategi pemasaran.
Pendampingan berkelanjutan yang dilakukan PEP Tarakan Field selama beberapa tahun terakhir terbukti mampu meningkatkan keterampilan anggota kelompok, memperkuat identitas budaya Kalimantan Utara, hingga membuka peluang ekonomi baru bagi penyandang disabilitas.
Local Hero Kubedistik, Sony Lolong, mengaku bangga karena hasil karya kelompoknya kini mampu tampil di forum nasional bersama berbagai produk unggulan dari seluruh Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada PEP Tarakan Field yang selama ini mendampingi kami, mulai dari pengembangan keterampilan hingga membuka kesempatan mengikuti berbagai pameran. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperkenalkan batik khas Kalimantan Utara kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Manager Communication Relations & CID Dony Indrawan menegaskan bahwa Pertamina EP akan terus memperkuat program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) sebagai bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurutnya, program CSR harus mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga warisan budaya daerah, sekaligus memperkuat ekonomi lokal yang inklusif.
“Kami berkomitmen terus mendorong lahirnya inovasi dan produk unggulan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan, melestarikan budaya daerah, serta memperkuat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dony.
PT Pertamina EP Tarakan Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, perusahaan menjalankan operasi hulu migas yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mendukung keberlanjutan produksi energi nasional melalui semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia.



















