Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2026, menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh insan olahraga di Tanah Air. Di tengah dinamika dan tantangan kebangkitan olahraga bela diri, Tokoh Penting sekaligus Pembina Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI), Letkol Inf (Purn) G. Borlak, S.Sos., M.M., menyuarakan optimisme dan langkah strategis demi mengembalikan kejayaan tinju profesional Indonesia di panggung dunia.
KomenNews.id // Jakarta – Purnawirawan TNI yang juga berpengalaman luas sebagai wasit/hakim tinju tingkat nasional dan internasional ini menilai, kejayaan tinju Indonesia tidak bisa lahir dari instan. Diperlukan kedisiplinan militer, transparansi manajemen, serta pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Momentum HAORNAS 2026 ini harus menjadi titik balik. Ring tinju bukan hanya tempat mengadu fisik, tetapi arena pembentukan karakter, disiplin, dan kehormatan bangsa. Kita pernah melahirkan juara dunia, dan tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak bisa mengulang sejarah tersebut,” tegas G. Borlak, Rabu (9/9/2026), di Jakarta.
Tiga Pilar Utama Solusi Kemajuan Tinju Nasional
Menghadapi tantangan dunia olahraga yang kian kompetitif, G. Borlak yang juga Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau ini, memaparkan gagasan serta solusi konkrit yang perlu segera dieksekusi oleh seluruh pemangku kepentingan tinju profesional:
- 1. Penataan Ekosistem dan Sertifikasi Perangkat Pertandingan
Salah satu tantangan besar dalam tinju profesional adalah standarisasi dan regenerasi perangkat pertandingan, seperti wasit dan hakim. FTPI berkomitmen untuk terus menggelar penataran, ujian lisensi, serta pelatihan bersertifikat demi melahirkan perwasitan yang adil, jujur, dan berintegritas.
- 2. Aktivasi Promotor lokal dan Turnamen Rutin
Seorang petinju tidak akan berkembang tanpa jam terbang. Solusinya adalah mendorong sinergi antara promotor, swasta, dan pemerintah daerah untuk memperbanyak ajang pertarungan lokal maupun nasional secara rutin. Kejuaraan berskala regional harus dihidupkan kembali sebagai wadah mengasah mental bertanding petinju muda.
- 3. Jaminan Kesejahteraan dan Perlindungan Atlet
Dunia tinju profesional harus memberikan kepastian masa depan bagi para atletnya. Manajemen promotor dan organisasi tinju wajib memastikan transparansi kontrak, asuransi kesehatan, serta perlindungan keselamatan kerja bagi para petinju, baik saat aktif bertanding maupun setelah gantung sarung tinju.
Harapan Besar di HAORNAS 2026
Memasuki era baru olahraga nasional, G. Borlak berharap regulasi dan sinergi antar-badan tinju di Indonesia semakin solid dan terintegrasi. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali meramaikan serta mendukung industri tinju Tanah Air.
“Selamat Hari Olahraga Nasional 2026. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai daya dorong untuk mencetak kader-kader petinju muda yang disiplin, tangguh, dan siap mengharumkan nama Merah Putih di kancah internasional,” tutupnya.














