Penutupan MPLS SDN Bambu Apus 03 Diisi Edukasi Polisi

Pendidikan16 Dilihat
banner 468x60

Jakarta Timur – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SDN Bambu Apus 03 Pagi, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, resmi ditutup pada Jumat. Penutupan berlangsung semarak dengan berbagai penampilan ekstrakurikuler siswa serta penyuluhan tentang pencegahan kenakalan remaja yang disampaikan oleh Ipda Ambarita dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya.Jum’at 17 Juli 2026

Kegiatan yang digelar di halaman SDN Bambu Apus 03 Pagi, Jalan Al-Ikhlas No. 1, RT 1/RW 2, Kelurahan Bambu Apus, ini merupakan hasil kolaborasi sekolah bersama Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kecamatan Cipayung sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan, kepolisian, komite sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun karakter peserta didik sejak dini.

banner 336x280

Tahun Pelajaran 2026/2027, SDN Bambu Apus 03 Pagi menerima 96 siswa baru yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Selama pelaksanaan MPLS, para siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui pendekatan yang menyenangkan dan ramah anak agar proses transisi dari jenjang TK ke SD berlangsung nyaman.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan pengondisian peserta didik di lapangan, dilanjutkan penampilan berbagai ekstrakurikuler yang menjadi kebanggaan sekolah, di antaranya seni lukis, karate, PMR dan Dokter Kecil yang menampilkan edukasi pemilahan sampah, pertolongan pertama (P3K), serta praktik cuci tangan yang benar, kemudian tari, pantomim, Pramuka, pencak silat, drumband, hingga penampilan Otrad.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah oleh Farah Aulia dan Mustofa Arroyan dari Surah Al-Baqarah ayat 32, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Kepala SDN Bambu Apus 03 Pagi, serta prosesi simbolis penutupan MPLS melalui pemasangan dasi dan topi kepada dua perwakilan siswa baru oleh Kepala Sekolah Tri Ningsih, S.Pd.

Usai prosesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan literasi keuangan bagi orang tua siswa yang disampaikan oleh Pegadaian.

Kolaborasi Bangun Karakter Anak

Kasatlak Kecamatan Cipayung, Rinawati, M.Pd, mengatakan kegiatan penutupan MPLS merupakan bagian dari rangkaian program yang telah ditetapkan pemerintah untuk membantu proses adaptasi siswa baru di lingkungan sekolah.

“Selama masa transisi dari TK ke SD, anak-anak tidak langsung dibebani pembelajaran formal. Mereka diajak bermain, bernyanyi, mengenal lingkungan sekolah, sehingga sekolah menjadi tempat yang menyenangkan,” ujarnya.

Menurut Rinawati, kolaborasi dengan kepolisian dalam memberikan edukasi tentang kenakalan remaja menjadi nilai tambah dalam MPLS tahun ini.

“Kami sangat mengapresiasi adanya sosialisasi dari kepolisian. Ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran hukum, membangun karakter, serta menjaga keamanan anak-anak sejak usia dini. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat,” katanya.

Polisi Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan

Dalam penyuluhannya, Ipda Ambarita mengajak para siswa untuk memanfaatkan masa muda sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.

“Masa remaja adalah masa yang paling penting untuk membangun masa depan. Jangan sia-siakan masa remaja kalian, karena yang menentukan siapa kalian di masa depan adalah diri kalian sendiri,” pesan Ipda Ambarita di hadapan para siswa.

Materi yang disampaikan juga mengajak siswa menjauhi perilaku negatif, seperti perundungan (bullying), kekerasan, dan tindakan yang melanggar hukum.

FKKS Perkuat Sinergi Sekolah dan Masyarakat

Perwakilan FKKS Kecamatan Cipayung, Anandhela Heni M. Sindar, menjelaskan bahwa pihaknya bersama sekolah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama dalam berbagai program pendidikan.

Menurutnya, FKKS akan menggelar program roadshow ke sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Cipayung, termasuk mendukung penyediaan narasumber, pendanaan kegiatan edukatif, hingga pemberdayaan pelaku UMKM lokal dalam setiap kegiatan sekolah.

“Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk mendukung kegiatan sekolah melalui sinergi antara komite sekolah, UMKM, sponsor, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kepala Sekolah: MPLS Dibuat Menyenangkan dan Ramah Anak

Kepala SDN Bambu Apus 03 Pagi, Tri Ningsih, S.Pd, mengatakan pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, terdiri dari empat hari kegiatan pengenalan sekolah dan satu hari penutupan.

Menurutnya, konsep MPLS dirancang agar siswa kelas satu dapat beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan sekolah.

“Anak-anak dikenalkan dengan ruang kelas, UKS, ruang guru, area bermain, serta lingkungan sekolah melalui permainan dan kegiatan yang menyenangkan. Mereka belum langsung menerima pembelajaran seperti siswa SD pada umumnya karena masih dalam masa transisi dari TK,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekolah sengaja menghadirkan Ipda Ambarita sebagai narasumber agar para siswa memiliki figur teladan sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjauhi tindakan kriminal maupun perundungan terhadap teman.

“Kami ingin anak-anak memiliki karakter yang baik sejak dini. Edukasi seperti ini penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, saling menghargai, dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan,” katanya.

Dihadiri Berbagai Unsur

Kegiatan penutupan MPLS turut dihadiri oleh Iptu Sahyudi selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Bambu Apus, Anggun dari Puskesmas Bambu Apus, perwakilan Kelurahan Bambu Apus Untung, Ketua FKKS Kecamatan Cipayung Jumadi, unsur komite sekolah, guru, orang tua siswa, serta para tamu undangan lainnya.

Melalui kolaborasi antara sekolah, kepolisian, pemerintah, komite sekolah, dan masyarakat, SDN Bambu Apus 03 Pagi berharap MPLS tidak hanya menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter, kedisiplinan, serta budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan bagi seluruh peserta didik.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *