MAKE : Masyarakat Maluku Harus Bersyukur Keputusan Lokasi MIP Berdasar Kajian Ilmiah,Bukan Politis Atau Teritorial

KomenNews.id // JAKARTA,- Keputusan lokasi proyek Maluku Integrated Port (MIP) ditetapkan di Pulau Ambon timbulkan pro kontra di kalangan masyarakat Maluku. Namun,berbeda dengan penilaian dari Maluku Knowledge Exchange (MAKE).

MAKE mendukung penuh sikap dan kebijakan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa atas keputusan Bank Dunia bersama investor, lokasi proyek MIP di Pulau Ambon.

” Masyarakat provinsi Maluku semestinya bersyukur karena pemerintah daerah dalam proyek ini, mendasarkan pada hasil kajian ilmiah, bukan pertimbangan politis ataupun keberpihakan teritorial,” ungkap Theofransus Litaay, Pendiri MAKE, Jumat (26/02/2026), kepada media ini.

Dijelaskan lebih lanjut, kami dari kelompok penelitian MAKE sangat menghargai sikap dan kebijakan Gubernur Maluku bapak Hendrik Lewerissa yang memegang hasil kajian dan pertimbangan ilmiah sebagai acuan utama dalam perencanaan pembangunan MIP tersebut.

Kajian ilmiah tersebut, Litaay menilai, sangat lengkap karena mencakup tahapan mulai dari pra-studi kelayakan hingga studi lanjutan.

” Pelajaran dari daerah lain di Indonesia menunjukkan bahwa dimana pertimbangan politis semata dan pilihan teritorial bisa menyebabkan mangkraknya pembangunan proyek. Sekali lagi kami sangat mendukung kebijakan Bapak Gubernur Maluku dalam proyek MIP. Semoga pembangunan MIP akan semakin meningkatkan kesejahteraan rakyat Maluku,” harap Staf Ahli Kepresidenan 2015-2025 ini dan juga Anggota Australia Indonesia Biosecurity Community (Ausindo Biocom) tersebut. (ulin)