Kopontren Makin Moncer! Menkop Sebut Asetnya Bisa Lampaui Rp1 Triliun

banner 468x60

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Seiring pertumbuhan jumlah koperasi pesantren yang terus meningkat, pemerintah optimistis Kopontren akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu mendorong kemandirian umat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

KomenNews.Id||Malang – Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).

banner 336x280

Dalam sambutannya, Ferry mengungkapkan perkembangan koperasi pesantren menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir Desember 2025, tercatat sekitar 763 Kopontren beroperasi di berbagai daerah dengan total volume usaha mencapai Rp3,5 triliun dan didukung sekitar 156 ribu anggota.

Bahkan, menurutnya, sejumlah koperasi pesantren telah memiliki aset yang nilainya menembus lebih dari Rp1 triliun, menandakan semakin kuatnya kontribusi pesantren dalam sektor ekonomi nasional.

“Saya meyakini beberapa tahun ke depan nilai aset maupun volume usaha koperasi pesantren akan terus meningkat. Insyaallah koperasi pesantren akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Indonesia,” ujar Ferry.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Muhammad Ajir, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana.

Perkuat Jejaring Kopontren Nasional

Ferry menilai MPDI memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem koperasi pesantren melalui jaringan yang dimilikinya di berbagai wilayah Indonesia.

Karena itu, Kemenkop mengajak MPDI untuk berkolaborasi memperkuat pengembangan koperasi pesantren, mulai dari peningkatan kapasitas kelembagaan, pendidikan, kaderisasi dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.

Menurutnya, sinergi antarkoperasi menjadi faktor penting agar Kopontren mampu berkembang secara profesional, sehat, dan berkelanjutan.

“MPDI dapat menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat pertukaran pengalaman, jejaring usaha, dan kerja sama antarkoperasi pesantren sehingga tumbuh semakin kuat,” katanya.

Produk Pesantren Diprioritaskan Masuk Koperasi Merah Putih

Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang dikembangkan pemerintah akan menjadi mitra strategis bagi koperasi pesantren maupun pelaku UMKM.

Ia memastikan berbagai produk unggulan hasil usaha pesantren akan memperoleh ruang pemasaran yang lebih luas melalui jaringan gerai KDKMP.

“Prioritas utama kami adalah produk UMKM lokal, khususnya yang berasal dari lingkungan pesantren. Produk pesantren akan menjadi prioritas untuk dipasarkan melalui gerai KDKMP,” tegasnya.

Selain membuka akses pasar, pemerintah melalui Kemenkop bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi juga akan memperkuat akses pembiayaan agar koperasi pesantren memiliki daya saing yang semakin tinggi.

Dukungan tersebut, lanjut Ferry, juga diarahkan kepada koperasi sekunder MPDI yang baru diluncurkan sebagai pusat koordinasi dan penguatan koperasi primer di lingkungan pesantren.

“Kami berharap forum ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam membangun koperasi pesantren yang sehat, inovatif, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

MPDI Bangun Ekonomi Umat Berbasis Pesantren

Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid mengatakan pihaknya memiliki komitmen menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karena itu, MPDI membentuk koperasi sekunder yang diharapkan mampu mengintegrasikan potensi ekonomi pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

“Koperasi ini menjadi wadah yang menghubungkan kekuatan ekonomi pesantren dari Sabang sampai Merauke dengan semangat ta’awun, gotong royong, dan pemberdayaan umat,” kata Ayi.

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yang menilai penguatan koperasi pesantren merupakan langkah strategis dalam membangun ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai model koperasi menjadi solusi paling tepat untuk memperkuat ekonomi pesantren karena dibangun berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong.

“Dengan adanya koperasi sekunder MPDI, sinergi antarpesantren semakin kuat. Kami optimistis Jawa Timur dapat menjadi salah satu motor penggerak keberhasilan pengembangan koperasi pesantren di Indonesia,” ujar Emil.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed