Solidaritas kemasyarakatan warga Maluku di tanah rantau terus diperkuat. Menyambut momentum pasca-lebaran, panitia pelaksana “Silaturahmi Akbar Masyarakat Hatuhaha-Tuhaha se-Jabodetabek” menggelar audiensi penting di ruang rapat Badan Penghubung, Mess Maluku, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).

KomenNews.id // Jakarta – Pertemuan ini menjadi panggung penegasan komitmen para perantau untuk menjaga kondusivitas ibu kota sekaligus mendukung penuh roda pemerintahan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Ketua Panitia Penyelenggara Halal Bihalal, Handry Noya, yang memimpin langsung delegasi tersebut, menyatakan bahwa menjaga kedamaian di Jakarta adalah tanggung jawab bersama masyarakat perantau, khususnya dari Hatuhaha dan Tuhaha.
“Kami masyarakat Hatuhaha-Tuhaha akan terus membantu dan mendukung pemerintahan Bapak Gubernur Hendrik Lewerissa. Apa yang dibutuhkan, terutama dalam menjaga kondusivitas masyarakat Maluku di Jakarta, kami siap,” tegas Handry di sela-sela audiensi.
Kabar Baik dari Pusat: Perjuangan Rumah Korban Konflik Terealisasi 2027
Audiensi ini juga membawa angin segar bagi warga Maluku di kampung halaman. Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saipul Patta, membeberkan bahwa Gubernur Hendrik Lewerissa tengah memperjuangkan nasib ratusan warga korban konflik langsung ke Kementerian Perumahan dan Pemukiman.
Hasilnya pun positif. Kementerian menyambut baik usulan daerah dan siap merealisasikannya pada Tahun Anggaran 2027 mendatang. Berikut adalah rincian alokasi bantuan rumah yang sedang diperjuangkan:
Lokasi ;
* Desa Kariuw – 210 Unit
* Desa Iha – 100 Unit
* Ohoi Danar – 87 Unit
* Desa Masihulan – 78 Unit
Stop Konflik, Alihkan Anggaran untuk Sekolah dan Kesehatan
Dalam kesempatan yang sama, Saipul Patta—yang saat itu didampingi oleh Kepala Sub Bidang Antar Lembaga, Alvian Bachmid—menitipkan pesan mendalam bagi seluruh perantau.
Ia mengingatkan bahwa menjaga perdamaian di Maluku punya dampak langsung pada kesejahteraan ekonomi dan pembangunan. Selama ini, anggaran daerah yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk memajukan sektor pendidikan dan fasilitas kesehatan, terpaksa harus dialihkan (refocusing) demi membiayai penanganan dampak konflik yang terjadi.
“Marilah kita jaga kondusivitas Maluku. Apalagi kita tahu bersama saat ini kebijakan pemerintah pusat sangat ketat dalam efisiensi anggaran. Namun, pemerintah daerah di bawah koordinasi Bapak Gubernur akan tetap memberikan perhatian maksimal sepanjang kemampuan anggaran yang ada,” papar Patta.
Sebagai informasi, acara Silaturahmi Akbar dan Halal Bihalal Masyarakat Hatuhaha-Tuhaha se-Jabodetabek ini, dijadwalkan bakal menghentak Bumi Perkemahan Cibubur pada 6 Juni 2026 mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah perekat persaudaraan (pela gandong) sekaligus meminimalisir potensi gesekan di Jakarta.




















