Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar Halal Bihalal pada Sabtu (11/4/2026) di Hotel Daily Inn, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung sejak siang hingga sore hari ini dihadiri jajaran pengurus DPP, DPW Jakarta, DPC Jakarta, serta para penasehat, pembina, dan bendahara umum GPIB KH Ahmad Syauqi, Lc., M.A.
KomenNews.Id||Jakarta – Ketua Umum GPIB, Ir. Agung Karang, menyampaikan apresiasi atas kehadiran sejumlah tokoh. “Terima kasih atas kehadiran Ketum MIO AYS Prayogie, Ketum IPJI DR Kun Wardana, Arthur Noija SH selaku Ketum PPNT, Taufiq Rahman SE, S.Sos serta para pembina. Dr. Anto Suroto selaku Ketum APIKI juga turut hadir. Semoga halal bihalal ini menjadi momen untuk tetap bersatu dan bisa bersinergi,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketum MIO AYS Prayogie menekankan pentingnya sinergi meski berbeda organisasi. “Perbedaan wadah tidak boleh menjadi penghalang. Justru melalui sinergi kita bisa memperkuat peran masing-masing organisasi,” katanya.
Sementara itu, Dr. Kun Wardana, Ketum IPJI, menegaskan makna silaturahmi sebagai inti halal bihalal. “Silaturahmi adalah jembatan yang memperkuat kebersamaan. Dengan silaturahmi, kita bisa menjaga komunikasi dan mempererat hubungan antar organisasi,” tuturnya.
Dr. Anto Suroto SE, MM bersama Taufiq Rahman SE menyoroti pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan organisasi. “Setiap masalah harus diselesaikan dengan musyawarah. Jangan bersikap berlebihan, tapi harus tahan banting menghadapi tantangan,” tegas keduanya.
Acara juga diisi tausiyah dan doa bersama oleh Sekjen GPIB, Drs. Abdul Hapid, S.H., M.H., yang menekankan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. “Perbedaan justru bisa menjadi rahmat dan kasih sayang, jika kita mampu melihatnya sebagai kekuatan,” ujarnya dalam tausiyah.
Selain itu, dalam rangkaian acara halal bihalal juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Ketum GPIB Ir. Agung Karang kepada para penasehat GPIB, yakni Dr. Kun Wardana, AYS Prayogie, dan Arthur Noija SH. Penyerahan SK ini menjadi simbol penguatan struktur organisasi sekaligus komitmen untuk memperkuat peran penasehat dalam mendukung visi dan misi GPIB.
Dalam kesempatan tersebut, Arthur Noija SH menyampaikan harapannya agar kehadiran GPIB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Semoga GPIB bisa dirasakan kehadirannya terutama di daerah-daerah yang selama ini menjadi binaan PPNT. Kami siap bekerjasama dengan GPIB untuk memperkuat peran sosial dan pendidikan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama dan makan siang, yang menjadi ajang mempererat hubungan personal antar peserta. Halal bihalal GPIB tahun ini tidak hanya menjadi wadah untuk saling memaafkan, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi, musyawarah, dan kolaborasi lintas organisasi demi kepentingan bersama.














