Anggota DPD RI dapil Maluku, Bisri Assidiq Latuconsina, menyampaikan pesan menyentuh saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) di kediaman Ketua Umum FPMM, Umar Ohoitenan (Umar Kei), di Kompleks Binalindung, Pondok Gede, Sabtu (19/9/2026).
KomenNews.id // Jakarta – Dalam sambutannya, Bisri mengungkapkan rasa hormat dan kekagumannya terhadap konsistensi Umar Kei dalam menyelenggarakan peringatan hari besar Islam tersebut. Menurutnya, figur Umar Kei yang sehari-hari dikenal ceplos-ceplos justru memberikan teladan berharga dalam menjaga tradisi spiritual dan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
“Malam hari ini kita semua menjadi saksi, bahwa dalam aktivitas dan kesehariannya Bang Umar, beliau tidak melupakan satu hal penting: selalu rutin melaksanakan peringatan Maulid Nabi,” ujar Bisri di hadapan para tokoh dan tamu undangan yang hadir.
Bisri mengaku sempat dihubungi langsung oleh Umar Kei saat dirinya sedang menghadiri rapat di kawasan BSD. Panggilan tersebut dinilainya sebagai pengingat dan tamparan moral tersendiri.
“Sebagai wakil rakyat dari Maluku, saya merasa malu dan tersentuh. Semua pencapaian dan cita-cita kita tidak akan ada artinya tanpa syafaat Rasulullah SAW. Bang Umar telah menampar kita dengan kasih sayang dan kecintaannya kepada Nabi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar dianggap sebagai ritual rutin tahunan. Lebih dari itu, momen Maulid harus menjadi sarana memperkuat keterlibatan batin dan spiritual, serta ajakan untuk terus meneladani akhlak Rasulullah.
“Di tengah dinamika politik nasional maupun global saat ini, semoga peringatan Maulid yang diinisiasi oleh Bang Umar dan FPMM ini dapat membawa kesejukan rohani bagi seluruh para pemimpin dan anak bangsa. Mari kita jadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sebagai pondasi untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tutup Bisri.
Acara peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri sejajaran tokoh nasional, kepala daerah, para tokoh masyarakat Maluku, paguyuban Maluku di perantauan serta paguyuban Jabodetabek.


















